Indonesia Bergabung dengan Dewan Perdamaian Gaza
Kamis, 22 Januari 2026 | 11:15 WIB
Jakarta, Beritasatu.com — Indonesia memutuskan untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian Gaza yang dibentuk Presiden AS Donald Trump, sebagai bagian dari upaya mendukung stabilitas dan perdamaian di Palestina.
Keputusan tersebut diumumkan dalam pernyataan bersama Menteri Luar Negeri Sugiono dan menteri luar negeri dari tujuh negara lain, yakni Turki, Mesir, Yordania, Pakistan, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab. Pernyataan ini diunggah oleh Kementerian Luar Negeri RI melalui akun resmi media sosial pada Kamis (22/1/2026).
“Para menteri mengumumkan keputusan bersama negara-negara mereka untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian,” bunyi pernyataan tersebut.
Dokumen resmi keikutsertaan masing-masing negara akan segera ditandatangani sesuai prosedur hukum nasional masing-masing. Indonesia dan tujuh negara lain menyatakan dukungan penuh terhadap upaya perdamaian yang diinisiasi Trump, sekaligus mendorong Dewan Perdamaian menjalankan perannya sebagai “otoritas sementara” di Jalur Gaza, Palestina.
Inisiatif ini merupakan bagian dari Rencana Komprehensif Mengakhiri Konflik Gaza yang didukung oleh Resolusi 2803 Dewan Keamanan PBB. Langkah delapan negara tersebut diharapkan dapat mempercepat tercapainya perdamaian yang adil di Jalur Gaza, sekaligus menegaskan hak rakyat Palestina untuk mendirikan negara berdaulat sesuai hukum internasional.
“Dengan demikian, terbuka peluang bagi terwujudnya keamanan dan stabilitas bagi seluruh negara dan masyarakat di kawasan tersebut,” tambah pernyataan bersama itu.
Sebelumnya, pekan lalu, Trump mengumumkan pembentukan Dewan Perdamaian yang melibatkan sejumlah tokoh, termasuk utusan khususnya Steve Witkoff dan menantunya Jared Kushner. Dewan ini bertugas mengawasi mobilisasi sumber daya internasional untuk Jalur Gaza.
Meski mendapat dukungan delapan negara, inisiatif ini menimbulkan reaksi beragam dari komunitas internasional. Beberapa negara Eropa menyatakan kekhawatiran bahwa langkah ini berpotensi menggeser peran sentral PBB dalam menangani konflik global.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




