Trump-Carney Saling Serang, Kanada Dicabut dari Dewan Perdamaian
Jumat, 23 Januari 2026 | 13:41 WIB
Washington, Beritasatu.com – Ketegangan diplomatik antara Amerika Serikat dan Kanada mencapai titik baru. Presiden AS Donald Trump secara resmi menarik kembali undangan bagi Perdana Menteri (PM) Kanada, Mark Carney, untuk bergabung dalam inisiatif Dewan Perdamaian miliknya. Keputusan ini menyusul adu argumen tajam terkait kedaulatan negara dan tata kelola global.
Melalui platform Truth Social pada Kamis (22/1/2026), Trump menyampaikan pesan langsung kepada Carney dengan nada yang tegas.
"Anggap ini sebagai pemberitahuan bahwa Dewan Perdamaian menarik undangannya kepada Anda terkait partisipasi Kanada. Itu akan menjadi dewan pemimpin paling bergengsi yang pernah berkumpul," tulis Trump.
Dewan Perdamaian sendiri merupakan organisasi gagasan Trump yang bertujuan mengakhiri berbagai konflik global. Hingga saat ini, sekitar 35 dari 60 negara yang diundang telah menyatakan kesediaannya untuk bergabung.
Awalnya, PM Carney menyatakan setuju untuk bergabung secara prinsip. Namun, situasi berubah setelah Carney mengunjungi Beijing pekan lalu untuk menandatangani perjanjian perdagangan dengan China. Di Forum Ekonomi Dunia (WEF) Davos, Carney melontarkan pernyataan bahwa sistem tata kelola global yang dipimpin AS sedang retak.
Carney menyiratkan bahwa Kanada tidak boleh lagi sekadar berusaha "menyenangkan" kekuatan besar. Ia menegaskan bahwa tidak ada harapan bahwa penyerahan diri akan membawa perdamaian.
Pernyataan Carney di Davos memicu kemarahan Trump. Sang Presiden AS menuding Carney sebagai pemimpin yang tidak tahu berterima kasih atas dukungan keamanan dan ekonomi yang diberikan Washington selama ini.
"Kanada telah menerima begitu banyak hal secara cuma-cuma dari kita dan mereka seharusnya berterima kasih. Kanada ada karena Amerika. Ingat itu dalam pidato Anda berikutnya, Mark," cetus Trump.
Tak tinggal diam, PM Carney memberikan tanggapan melalui pidato nasional pada 22 Januari malam. Ia menegaskan meskipun kedua negara memiliki kemitraan ekonomi dan keamanan yang kuat, eksistensi Kanada bukan merupakan pemberian dari negara tetangganya.
"Kanada makmur karena kita adalah orang Kanada. Kita adalah penguasa rumah kita sendiri. Ini adalah negara kita, ini adalah masa depan kita, dan pilihan ada di tangan orang Kanada," tegas Carney.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi lebih lanjut apakah Kanada akan mencoba melakukan diplomasi pintu belakang untuk memperbaiki hubungan, atau tetap pada posisi menjauh dari inisiatif perdamaian bentukan Trump tersebut.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




