Militer Israel Akhirnya Ngaku Korban Tewas di Gaza Capai 70.000 Jiwa
Jumat, 30 Januari 2026 | 10:51 WIB
London, Beritasatu.com – Militer Israel akhirnya mengakui bahwa jumlah warga Palestina yang tewas dalam konflik di Gaza telah mencapai sekitar 70.000 jiwa. Angka ini selaras dengan laporan yang selama ini dikeluarkan oleh Otoritas Kesehatan Gaza, sebagaimana dilaporkan oleh media Israel pada Kamis (29/1/2026).
Selama dua tahun konflik berlangsung, para pejabat Israel sebelumnya konsisten menolak data dari kementerian tersebut. Padahal, angka-angka tersebut secara luas dianggap akurat oleh berbagai organisasi internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Seorang pejabat keamanan senior Israel kini telah mengonfirmasi angka total tersebut. Meski demikian, ia menyatakan bahwa rincian mendalam mengenai kategori korban jiwa masih dalam proses peninjauan lebih lanjut, menurut laporan The Times of Israel.
Pejabat tersebut mengeklaim bahwa proporsi pasti antara warga sipil dan militan yang tewas belum diketahui secara mendalam. Ia juga meragukan angka spesifik mengenai jumlah orang yang meninggal secara langsung akibat pertempuran di lapangan.
Selain itu, pihak Israel menolak laporan kementerian yang menyatakan bahwa 440 warga Palestina meninggal dunia akibat kekurangan gizi dan kelaparan selama masa konflik.
Di sisi lain, surat kabar Haaretz melaporkan bahwa data yang dirilis militer Israel tersebut belum mencakup ribuan orang yang dinyatakan hilang. Banyak di antaranya diyakini masih tertimbun di bawah reruntuhan bangunan yang hancur.
Berdasarkan data terbaru dari Otoritas Kesehatan Gaza, sebanyak 71.667 orang telah tewas di wilayah tersebut akibat serangan militer Israel sejak konflik pecah pada Oktober 2023. Perang ini dipicu oleh serangan Hamas ke Israel yang menewaskan lebih dari 1.200 orang.
Sebuah laporan investigasi dari Majalah +972 pada Agustus lalu sempat memicu sorotan dunia. Berdasarkan kebocoran data militer Israel, laporan tersebut menunjukkan bahwa sekitar 83 persen warga Palestina yang tewas di Gaza adalah warga sipil, bukan kombatan.
Hingga saat ini, komunitas internasional terus mendesak adanya transparansi penuh terkait jumlah korban guna memastikan akuntabilitas di tengah krisis kemanusiaan yang terus memburuk di Jalur Gaza.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




