Panas! Iran Ancam Ubah Seluruh Negeri Jadi Kuburan Tentara AS
Selasa, 3 Februari 2026 | 14:28 WIB
Teheran, Beritasatu.com – Seorang pejabat senior Dewan Kota Teheran mengeluarkan peringatan keras terhadap Amerika Serikat pada Senin (2/2/2026). Iran menegaskan akan menanggapi setiap serangan militer Washington dengan pembalasan skala besar yang belum pernah dibayangkan sebelumnya.
Wakil Ketua Dewan Kota Teheran, Parviz Sarvari, menyatakan bahwa laporan mengenai persiapan ribuan liang lahad untuk tentara AS bukan sekadar gertakan, melainkan pesan simbolis tentang kesiapan perang Iran.
“Jika mereka berpikir mereka bisa menyerang Iran, 5.000 kuburan untuk tentara Amerika tidak akan cukup dan kami akan mengubah seluruh negara menjadi kuburan bagi orang Amerika,” tegas Sarvari sebagaimana dikutip dari kantor berita Mehr.
Pernyataan ini muncul menyusul laporan bahwa pemakaman Behesht Zahra di Teheran telah menyiapkan lokasi khusus dengan kapasitas ribuan lubang makam. Area tersebut disiapkan sebagai lokasi pemakaman sementara bagi personel militer AS jika terjadi eskalasi konflik fisik.
Sarvari menekankan bahwa strategi pertahanan Iran akan mencakup serangan langsung terhadap seluruh aset Amerika di kawasan tersebut. Hal ini mencakup pangkalan militer, kapal perang, hingga negara mana pun yang memberikan dukungan logistik atau wilayah bagi serangan AS.
Ia memerinci bahwa setiap matra militer Iran telah dalam posisi siaga. Angkatan Laut Iran akan merespons jika ancaman muncul dari wilayah perairan. Kemudian pasukan darat Iran siap bertindak jika terjadi invasi melalui jalur darat.
Retorika keras dari Teheran ini menambah daftar panjang ketegangan diplomatik antara kedua negara. Analis menilai penggunaan bahasa yang sangat lugas oleh pejabat dewan kota menunjukkan adanya konsensus di tingkat lokal maupun nasional Iran untuk menghadapi tekanan militer Barat dengan kekuatan penuh.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Gedung Putih belum memberikan komentar resmi terkait ancaman "kuburan massal" yang dilontarkan oleh otoritas Teheran tersebut.
Kantor berita Mehr, yang berafiliasi dengan pemerintah, melaporkan pada hari Sabtu bahwa pemakaman Behesht Zahra di Teheran telah menyiapkan lokasi dengan kapasitas beberapa ribu kuburan untuk penguburan sementara korban militer AS yang potensial.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




