ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Iran Beri Sinyal Tangguhkan Program Nuklir demi Cegah Perang dengan AS

Selasa, 3 Februari 2026 | 15:11 WIB
RA
RA
Penulis: Rizky Pradita Ananda | Editor: RP
Situs nuklir Iran di Fordow.
Situs nuklir Iran di Fordow. (Maxar Technologies/Maxar Technologies)

Teheran, Beritasatu.com – Iran dilaporkan memberi sinyal kesediaan untuk menutup atau menangguhkan program pengembangan nuklirnya guna meredakan ketegangan yang semakin memanas dengan Amerika Serikat (AS).

Laporan The New York Times itu menyebutkan, sinyal tersebut sebagai bagian dari pertukaran informasi rahasia yang berlangsung dalam beberapa pekan terakhir. Upaya ini disebut-sebut bertujuan mencegah pecahnya perang, menyusul ancaman Presiden AS Donald Trump yang akan mempertimbangkan opsi menggunakan kekuatan militer jika Iran menentang tuntutan AS, dilansir dari The Jerusalem Post, Selasa (3/2/2026).

Dalam laporan yang sama disebutkan, komunikasi antara kedua negara disampaikan melalui perantara regional. Utusan dari Turki, Mesir, Oman, dan Irak berperan menyampaikan pesan antara Iran dan AS untuk menekan potensi eskalasi, menjelang pertemuan yang dijadwalkan antara AS dan Iran pada Jumat (6/2/2026).  

ADVERTISEMENT

The New York Times juga melaporkan Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Iran Ali Larijani, baru-baru ini bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin. Dalam pertemuan tersebut, Iran disebut mempertimbangkan kembali pengiriman uranium yang telah diperkaya ke Rusia, seperti yang tercantum dalam kesepakatan nuklir pada 2015.

Menanggapi hal tersebut, Juru Bicara Pemerintah Rusia Dmitry Peskov menyatakan, isu tersebut sudah lama masuk dalam agenda. Sementara itu, pemerintah Iran tetap bersikukuh program nuklirnya ditujukan untuk kepentingan energi, bukan pengembangan senjata.

Sebelumnya, sejak pekan lalu Trump diketahui meningkatkan tekanan dengan mengirimkan armada militer AS ke kawasan perairan Iran. Trump menyatakan akan menggunakan kekuatan militer jika Teheran mengabaikan tuntutan Washington.

"Kami memiliki kapal-kapal yang menuju ke Iran saat ini, kapal-kapal besar dan kami sedang melakukan pembicaraan dengan Iran. Kita lihat saja bagaimana hasilnya," ungkap Trump. 

Ketegangan Iran dengan AS ini menuai reaksi dari negara-negara Timur Tengah. Penasihat diplomatik presiden Uni Emirat Arab (UEA), Anwar Gargash, saat acara diskusi konferensi tingkat tinggi (KTT) di Dubai baru-baru ini mendesak Iran untuk segera mencapai kesepakatan nuklir dengan AS. Ia menegaskan kawasan Timur Tengah tidak membutuhkan konfrontasi baru antara kedua negara tersebut. 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Trump Syaratkan Iran Tinggalkan Nuklir demi Kesepakatan Damai

Trump Syaratkan Iran Tinggalkan Nuklir demi Kesepakatan Damai

INTERNASIONAL
Uranium Diperkaya Iran Jadi Primadona, IAEA: Kazakhstan Siap Tampung

Uranium Diperkaya Iran Jadi Primadona, IAEA: Kazakhstan Siap Tampung

INTERNASIONAL
Iran Tegas Bantah Penyerahan Cadangan Uranium Nuklir ke Pihak Ketiga

Iran Tegas Bantah Penyerahan Cadangan Uranium Nuklir ke Pihak Ketiga

INTERNASIONAL
Ancam Ulangi Agresi Militer, Trump Tetapkan Garis Merah untuk Iran

Ancam Ulangi Agresi Militer, Trump Tetapkan Garis Merah untuk Iran

INTERNASIONAL
Uranium Nuklir Iran Diisukan 60 Persen Akan Ditransfer ke China

Uranium Nuklir Iran Diisukan 60 Persen Akan Ditransfer ke China

INTERNASIONAL
Iran Dikabarkan Setuju Lepas Uranium pada Negosiasi Nuklir dengan AS

Iran Dikabarkan Setuju Lepas Uranium pada Negosiasi Nuklir dengan AS

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon