Heboh! Bursa Kripto Bithumb Salah Kirim 2.000 Bitcoin ke Ratusan User
Sabtu, 7 Februari 2026 | 09:37 WIB
Seoul, Beritasatu.com – Bursa mata uang kripto terbesar kedua di Korea Selatan, Bithumb, baru saja mengalami insiden operasional yang menggemparkan pasar kripto global. Alih-alih mengirimkan 2.000 won (sekitar Rp 23.000) sebagai bagian dari program airdrop, sistem bursa tersebut justru mentransfer 2.000 Bitcoin (BTC) ke akun ratusan pengguna pada Jumat (6/2/2026).
Total nilai aset yang secara keliru didistribusikan tersebut diperkirakan mencapai US$ 140 juta atau sekitar Rp 2,2 triliun berdasarkan kurs pasar saat itu.
Kesalahan teknis ini memicu aksi jual besar-besaran secara instan. Pengguna yang mendapati saldo "virtual" mereka membengkak secara tiba-tiba langsung berupaya mencairkan aset tersebut pada BTC/KRW.
Akibatnya, harga Bitcoin di Bithumb sempat anjlok sebesar 15,8% ke level US$ 55.000, sementara harga di bursa lain tetap stabil. Fenomena ini menunjukkan model pasar kripto yang terfragmentasi, karena harga sangat bergantung pada likuiditas dan buku pesanan (order book) internal masing-masing platform.
Penyimpangan harga yang terjadi di Bithumb merupakan contoh nyata dari hambatan mekanisme arbitrase. Perbedaan harga tidak bisa langsung hilang karena beberapa faktor:
- Kontrol modal: Nilai tukar mata uang lokal dan kontrol arus uang di regional tertentu memperlambat penyeimbangan harga.
- Kecepatan transaksi: Transfer aset antar-bursa yang tidak instan menghambat pedagang untuk menstabilkan harga dengan cepat.
- Manajemen risiko: Sistem internal bursa sering kali membatasi penarikan besar secara otomatis saat terdeteksi anomali.
Pihak Bithumb segera mengaktifkan sistem kontrol internal untuk membatasi transaksi pada akun-akun yang terdampak. Pihak manajemen menegaskan bahwa insiden ini hanya terjadi pada buku besar internal (internal ledger) dan tidak ada transaksi Bitcoin yang benar-benar berpindah di atas jaringan blockchain.
"Sistem pencegahan likuidasi bekerja sesuai desain, sehingga menghindari likuidasi berantai. Insiden ini bukan disebabkan oleh peretasan eksternal atau celah keamanan," tulis pernyataan resmi Bithumb. Dalam waktu 5 menit, harga di platform dilaporkan telah kembali normal.
Meski baru saja dilanda insiden teknis, Bithumb dikabarkan tengah serius menjajaki pasar Asia Tenggara. Pada akhir September 2025, media Korea Selatan melaporkan bahwa Bithumb berencana berpartisipasi dalam program percontohan bursa mata uang kripto di Vietnam. Spekulasi yang beredar menyebutkan Bithumb akan berkolaborasi dengan lembaga keuangan lokal untuk menyetorkan modal ekuitas dalam ekspansi tersebut.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




