ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Netanyahu Akan Bertemu Trump Bahas Perundingan dengan Iran

Minggu, 8 Februari 2026 | 06:35 WIB
H
H
Penulis: Herman | Editor: HE
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berjabat tangan dengan Presiden AS Donald Trump setelah konferensi pers di Ruang Makan Negara Gedung Putih, Senin, 29 September 2025.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berjabat tangan dengan Presiden AS Donald Trump setelah konferensi pers di Ruang Makan Negara Gedung Putih, Senin, 29 September 2025. (AP Photo/Alex Brandon)

Jakarta, Beritasatu.com – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dijadwalkan bertemu Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Washington pada Rabu (11/2/2026) untuk membahas perundingan AS dengan Iran. Pertemuan ini berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan terkait program nuklir Teheran.

Dikutip dari AP, Minggu (8/2/2026), pembahasan akan mencakup isu-isu strategis, termasuk program rudal balistik Iran dan dukungan Teheran terhadap kelompok militan di kawasan.

“Perdana menteri meyakini semua negosiasi harus mencakup pembatasan rudal balistik dan penghentian dukungan terhadap poros Iran,” tulis pernyataan singkat kantor Netanyahu, merujuk pada dukungan Iran terhadap kelompok Hizbullah di Lebanon dan Hamas di wilayah Palestina.

ADVERTISEMENT

Gedung Putih belum memberikan komentar resmi terkait pertemuan tersebut. Netanyahu dan Trump terakhir kali bertemu pada Desember 2025.

Sementara itu, Amerika Serikat dan Iran menggelar perundingan tidak langsung di Oman pada Jumat (6/2/2026). Pembicaraan tersebut dinilai kembali ke titik awal terkait pendekatan negosiasi atas program nuklir Iran.

Trump menyebut pembicaraan itu “sangat baik”. Delegasi AS dipimpin oleh utusan khusus Timur Tengah Steve Witkoff dan Jared Kushner, menantu Trump.

Sebelumnya, Trump berulang kali mengancam akan menggunakan kekuatan militer untuk memaksa Iran mencapai kesepakatan nuklir. AS juga mengerahkan kapal induk USS Abraham Lincoln dan sejumlah kapal perang lainnya ke kawasan tersebut.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan, negosiasi harus berlangsung tanpa tekanan.

“Pembicaraan nuklir dan penyelesaian isu-isu utama harus berlangsung dalam suasana tenang, tanpa ketegangan dan tanpa ancaman,” ujarnya.

Dalam wawancara dengan Al Jazeera, Araghchi memperingatkan apabila AS menyerang Iran, negaranya akan membalas dengan menargetkan pangkalan militer AS di kawasan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon