Sentil Obama, Trump Bakal Buka Data UFO dan Alien Milik Pemerintah
Jumat, 20 Februari 2026 | 14:43 WIB
Washington, Beritasatu.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara resmi menginstruksikan menteri pertahanan dan lembaga terkait untuk mulai merilis dokumen-dokumen rahasia mengenai fenomena kehidupan di luar angkasa. Kebijakan ini diambil guna menjawab rasa penasaran publik yang meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir.
"Menanggapi minat yang sangat besar saat ini, saya akan mengarahkan menteri pertahanan, serta departemen dan lembaga terkait, untuk memulai proses identifikasi dan merilis dokumen pemerintah yang berkaitan dengan makhluk luar angkasa, fenomena udara tak dikenal (UAP), dan objek terbang tak dikenal (UFO)," tulis Trump melalui akun Truth Social miliknya, Kamis (19/2/2026).
Trump menekankan bahwa setiap informasi kompleks tetapi penting mengenai isu ini akan dipertimbangkan untuk dibuka ke publik. Pengumuman tersebut kemudian diunggah ulang oleh akun resmi Gedung Putih di platform X.
Langkah Trump ini muncul hanya beberapa hari setelah pendahulunya, Barack Obama, memicu kegaduhan publik. Dalam sebuah siniar (podcast), Obama menyebut bahwa "alien itu nyata" meskipun ia sendiri belum pernah melihatnya secara langsung.
Obama juga membantah klaim adanya fasilitas bawah tanah rahasia di Area 51, Nevada. "Kecuali jika ada konspirasi besar dan mereka menyembunyikannya dari Presiden Amerika Serikat," seloroh Obama.
Namun, dalam konferensi pers di pesawat Air Force One pada Kamis, Trump justru mengkritik pernyataan tersebut. Ia menilai Obama melakukan kesalahan besar karena membocorkan informasi sensitif.
"Seharusnya dia tidak melakukan itu. Saya mungkin bisa membantunya keluar dari masalah dengan membuka dokumen-dokumen tersebut," ujar Trump kepada wartawan.
Data Pentagon
Pentagon sendiri telah memantau laporan mengenai UAP selama beberapa dekade. Meskipun laporan tahun 2024 menyatakan belum ada bukti cukup untuk mengonfirmasi keberadaan kehidupan ekstraterestrial, minat terhadap subjek ini tetap tinggi di kalangan anggota Kongres.
Sebagai bentuk transparansi, Departemen Pertahanan AS sebelumnya telah merilis bukti visual, salah satunya foto objek terbang misterius yang tertangkap kamera pilot Angkatan Laut di atas Florida pada awal 2015.
Kini, dengan instruksi terbaru dari Presiden Trump, diharapkan proses identifikasi melalui Kantor Resolusi Anomali Semua Domain (AARO) dapat memberikan jawaban lebih terang bagi publik mengenai fenomena anomali tak teridentifikasi di langit dunia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




