Perang Iran-AS dan Israel, Ledakan Terjadi di Lebanon
Senin, 2 Maret 2026 | 10:43 WIB
Beirut, Beritasatu.com - Serangan udara mengguncang wilayah selatan Beirut pada Senin (2/3/2026) dini hari waktu setempat atau pagi WIB, sehingga memicu kepanikan dan membuat banyak warga melarikan diri menuju pusat kota.
Salah seorang warga, Sally Hijazi (33) mengatakan, ia terbangun akibat suara ledakan keras. Ia kemudian berlari ke kamar putrinya yang berusia 4 tahun, lalu menggendongnya, dan bersama sang suami bergegas meninggalkan apartemen mereka di kawasan Dahiya.
“Kami tidak tahu harus pergi ke mana. Rumah orang tua saya juga di Dahiya, jadi tidak mungkin ke sana. Saya sangat takut. Saya tidak tahu harus berbuat apa. Serangan dilakukan tanpa peringatan evakuasi sama sekali,” ujar Hijazi seperti dilansir dari The New York Times.
Sementara itu, Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam mengecam peluncuran roket dari wilayah Lebanon ke Israel. Ia menyebut tindakan tersebut sebagai aksi tidak bertanggung jawab. Ia tanpa menyebut siapa pelakunya.
Salam menegaskan, aksi tersebut membahayakan keamanan dan keselamatan Lebanon serta memberi alasan bagi Israel untuk melancarkan serangan balasan. “Kami tidak akan membiarkan negara ini terseret ke dalam perang baru,” ujarnya seraya menambahkan pemerintah akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk melindungi rakyatnya.
Salam tidak secara langsung menyebut kelompok militan Hezbollah dalam pernyataannya. Namun, kecaman itu muncul setelah Israel dan Hezbollah sama-sama mengumumkan telah melancarkan serangan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Kasus Campak Merebak, 6 Daerah di Sulawesi Tengah Ditetapkan KLB




