Kedubes di Riyadh Dihantam Drone, Menlu Amerika: Cari Tempat yang Aman
Selasa, 3 Maret 2026 | 21:18 WIB
Arab Saudi, Beritasatu.com - Pemerintah Amerika Serikat melalui Departemen Luar Negeri memerintahkan seluruh personel non-daruratnya di kawasan Timur Tengah untuk segera meninggalkan wilayah tersebut menyusul eskalasi konflik yang kian memanas.
Asisten Menteri Luar Negeri Amerika Serikat untuk Urusan Konsuler, Mora Namdar, meminta warga negara Amerika yang berada di sejumlah negara terdampak agar segera keluar menggunakan transportasi komersial yang tersedia.
“Kami meminta warga Amerika untuk segera meninggalkan Timur Tengah, termasuk yang berada di Iran, Irak, Yordania, Lebanon, dan Israel, dengan menggunakan penerbangan atau transportasi komersial yang masih tersedia,” ujar Mora dalam pernyataannya di platform X, seperti dilansir Aljazeera, Selasa (3/3/2026).
Mora juga menyampaikan, Kedutaan Besar Amerika Serikat di Kuwait telah ditutup hingga waktu yang belum ditentukan akibat meningkatnya konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat.
Selain itu, Kementerian Luar Negeri AS mengimbau warga negaranya yang berada di Arab Saudi untuk segera mencari tempat perlindungan yang aman.
“Kami meminta warga Amerika di Kerajaan Arab Saudi untuk segera mencari lokasi yang aman dan menghindari area sekitar kedutaan besar sampai ada pemberitahuan lebih lanjut,” katanya.
Sebagai informasi, Iran dilaporkan terus melancarkan serangan ke sejumlah negara di Timur Tengah, termasuk Arab Saudi, Kuwait, Qatar, Oman, dan Bahrain. Serangan tersebut disebut-sebut menyasar pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan itu.
Iran dilaporkan meluncurkan ribuan drone dan rudal sebagai respons atas serangan yang dilakukan Israel dan Amerika Serikat pada Sabtu (28/2/2026).
Sistem pertahanan udara di sejumlah negara sempat mencegat sebagian serangan drone dan rudal tersebut. Namun, beberapa di antaranya dilaporkan berhasil menembus sistem pertahanan.
Kantor berita Oman melaporkan sebuah tangki bahan bakar di Pelabuhan Komersial Duqm terkena serangan drone. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Meski demikian, Iran membantah telah melakukan serangan terhadap Oman.
Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan akan terus menargetkan pangkalan militer Amerika Serikat di Timur Tengah.
Dalam pernyataan resminya, IRGC mengklaim telah mengirim pasukan angkatan laut untuk melancarkan serangan drone dan rudal skala besar ke pangkalan udara Amerika di Bahrain, dengan meluncurkan 20 drone dan tiga rudal.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Ini Senjata Iran yang Bikin Rontok Jet Tempur F-15 AS
Ribuan Warga Mojokerto Terima Bantuan Pangan
Sampah Laut Kian Parah, Pengelolaan di Darat Jadi Sumber Masalah
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Man City vs Liverpool, Mengapa Guardiola Tak Ada di Pinggir Lapangan?




