Kapal Meledak di Selat Hormuz, Kemenlu:3 WNI Hilang Masih Dicari
Minggu, 8 Maret 2026 | 22:41 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) memastikan pencarian terhadap tiga anak buah kapal (ABK) warga negara Indonesia (WNI) di Selat Hormuz masih terus berlangsung. Tiga WNI itu hilang setelah kapal Musaffah 2 meledak pada Jumat (6/3/2026) sekitar pukul 02.00 waktu setempat.
Juru bicara Kemenlu Yvonne Mewengkang menuturkan berdasarkan laporan yang diterima dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Abu Dhabi dan Muscat, kapal tersebut membawa tujuh anak buah kapal (ABK) termasuk empat WNI, serta enam teknisi termasuk satu WNI teknisi.
“Insiden terjadi di perairan Selat Hormuz, antara wilayah Uni Emirat Arab dan Oman, saat tugboat Musaffah II sedang melakukan pengecekan terhadap kapal kontainer Safin Prestis yang mengalami kerusakan,” kata Yvonne dalam keterangannya, Minggu (8/3/2026).
Menurut keterangan saksi mata, tugboat tersebut mengalami ledakan yang menyebabkan kapal terbakar.
Pada saat kejadian, empat WNI ABK berada di atas kapal Musaffah II, sementara satu WNI teknisi berada di kapal kontainer Safin Prestis.
“Adapun kondisi para WNI saat ini, satu WNI ABK mengalami luka bakar dan sedang menjalani perawatan di rumah sakit di Kota Khasab, Oman. Sementara satu WNI teknisi dilaporkan selamat dan kini berada di Abu Dhabi. Sementara itu, tiga WNI ABK lainnya masih dalam proses pencarian oleh otoritas setempat," kata Yvonne.
Perwakilan RI di Uni Emirat Arab dan Oman saat ini terus berkoordinasi secara intensif dengan otoritas setempat serta perusahaan kapal untuk mendukung proses pencarian korban yang masih hilang. Selain itu, perwakilan RI juga memastikan perawatan bagi WNI yang selamat serta terus menyampaikan perkembangan penanganan kepada keluarga korban di Indonesia.
“Kemenlu juga mendorong dilakukan penyelidikan menyeluruh terhadap insiden tersebut. Hingga saat ini, otoritas di Uni Emirat Arab dan Oman masih melakukan penyelidikan terkait penyebab ledakan kapal tersebut,” lanjut Yvonne.
Kemenlu juga mengimbau seluruh WNI yang berada di kawasan Timur Tengah, termasuk awak kapal yang bekerja di sektor maritim, untuk meningkatkan kewaspadaan serta memantau perkembangan situasi melalui sumber informasi resmi.
WNI juga diimbau untuk melakukan lapor diri kepada perwakilan RI terdekat guna memudahkan pemberian bantuan apabila terjadi keadaan darurat.
“Dalam kondisi darurat, masyarakat dapat segera menghubungi hotline perwakilan RI terkait,” pungkas Yvonne.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




