ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Efektivitas Blokade AS di Hormuz Diragukan, Sejumlah Kapal Masih Lewat

Rabu, 15 April 2026 | 16:16 WIB
RA
RA
Penulis: Rizky Pradita Ananda | Editor: RP
Selat Hormuz.
Selat Hormuz. (AP Photo/Rafiq Maqbool)

Washington, Beritasatu.com – Status blokade yang diberlakukan Amerika Serikat (AS) di Selat Hormuz setelah kegagalan tercapainya kesepakatan dengan Iran pada negosiasi tahap pertama akhir pekan lalu masih menjadi tanda tanya, setelah data pelacakan menunjukkan sejumlah kapal tetap melintasi jalur strategis tersebut.

Blokade yang mulai diberlakukan pada Senin (13/4/2026)  waktu setempat mencakup seluruh lalu lintas maritim yang keluar-masuk pelabuhan dan wilayah pesisir Iran. Kebijakan ini diambil sebagai upaya menekan pendapatan minyak Iran, menyusul kegagalan perundingan antara Amerika dan Iran untuk mengakhiri konflik.

Meski demikian, kedua negara saat ini masih menjalani masa gencatan senjata selama dua pekan yang akan berakhir pada 21 April 2026.

ADVERTISEMENT

Namun, efektivitas blokade tersebut dipertanyakan. Data dari perusahaan analisis perdagangan Kpler menunjukkan beberapa kapal tetap melintas di selat tersebut, baik sebelum maupun setelah batas waktu pemberlakuan blokade. Sebagian kapal diketahui berangkat dari Iran, membawa produk Iran, atau bahkan berada dalam daftar sanksi pemerintah AS, dikutip dari The New York Times, Rabu (15/4/2026).

Salah satunya adalah Christianna, kapal kargo berbendera Liberia yang keluar dari Teluk Persia melalui Selat Hormuz pada Senin malam setelah bertolak dari pelabuhan Bandar Imam Khomeini, Iran. Menurut Kpler, kapal tersebut tidak membawa muatan.

Kapal lain, Elpis, yang mengangkut metanol, juga terpantau melintasi selat pada waktu yang hampir bersamaan dengan dimulainya blokade. Kapal ini sebelumnya berlabuh di pelabuhan Bushehr, Iran, dan diketahui pernah dikenai sanksi oleh AS dengan nama sebelumnya, Chamtang, karena keterkaitannya dengan perdagangan minyak Iran.

Selain itu, data pelacakan dari Bloomberg dan Vesselfinder juga mencatat ada pergerakan sejumlah kapal lain di sekitar Selat Hormuz dalam dua hari terakhir. Contohnya dari Kapal tanker minyak Murlikishan, yang memasuki wilayah Teluk Persia pada Selasa (14/4/2026) pagi setelah sebelumnya berada di Fujairah, Uni Emirat Arab. Kapal tersebut diketahui tidak membawa muatan dan sebelumnya dikenai sanksi AS karena mengangkut minyak Rusia dan Iran dengan nama lama, MKA.

Sementara itu, kapal pengangkut barang curah berbendera Panama, Manali, juga tercatat meninggalkan Teluk Persia melalui selat tersebut pada Selasa pagi. Kapal ini tidak teridentifikasi berada dalam daftar sanksi AS maupun memiliki riwayat berlabuh di pelabuhan Iran dalam waktu dekat.

Meski sejumlah kapal berhasil melintas, data juga menunjukkan blokade sempat menghambat pergerakan beberapa kapal. Beberapa jam sebelum kebijakan diberlakukan, setidaknya dua kapal yang mendekati selat terlihat berbalik arah.

Salah satunya adalah kapal pengangkut barang curah terkait dengan China, Guan Yuan Fu Xing, yang melakukan putar balik mendadak di dekat Selat Hormuz saat berlayar dari pesisir Oman. Hingga Selasa (14/4/2026), kapal tersebut masih berada di Teluk Oman.

Hingga berita ini diturunkan, belum jelas bagaimana militer AS akan menegakkan implementasi blokade Selat Hormuz secara menyeluruh

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon