AS-Iran Tolak Perpanjangan Gencatan Senjata, Pakistan Upayakan Mediasi
Kamis, 16 April 2026 | 11:59 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Amerika Serikat (AS) dan Iran sama-sama menolak perpanjangan gencatan senjata. Meski demikian Pakistan masih terus berusaha melakukan mediasi kedua pihak agar tercapai kesepakatan.
Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt menegaskan kabar perpanjangan gencatan senjata dengan Iran tidak benar. Namun, dikatakannya pemerintah AS tetap optimistis negosiasi dapat menghasilkan kesepakatan damai.
“Kami merasa optimistis tentang prospek kesepakatan,” ujar Leavitt dalam konferensi pers di Gedung Putih, dilansir CGTN, Rabu (15/4/2026).
Meski demikian, Leavitt belum memastikan kapan pembicaraan lanjutan antara AS dan Iran akan kembali digelar. Ia menyebut, jika negosiasi dilanjutkan, Pakistan kemungkinan akan tetap menjadi lokasi perundingan, setelah pembicaraan sebelumnya di Islamabad berakhir tanpa kesepakatan.
Di sisi lain, Iran juga menunjukkan sikap hati-hati. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menegaskan bahwa belum ada kesepakatan terkait perpanjangan gencatan senjata, sekaligus membantah laporan yang menyebut sebaliknya.

Iran menyatakan tetap terbuka untuk membahas parameter program nuklirnya. Namun, Esmail menegaskan hak atas penggunaan energi nuklir untuk tujuan damai serta mendesak pencabutan sanksi sebagai bagian dari solusi yang lebih luas.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyebut peluang pertemuan baru antara kedua negara bisa terjadi dalam waktu dekat, bahkan dalam dua hari ke depan di Pakistan. Ia juga mengeklaim konflik AS-Israel dengan Iran hampir berakhir, meski tanpa memberikan kepastian waktu.
Diketahui, gencatan senjata selama dua minggu yang diumumkan pada 8 April 2026 dijadwalkan akan berakhir pekan depan.
Pakistan Perkuat Peran Mediasi
Di tengah kebuntuan tersebut, Pakistan meningkatkan peran diplomatiknya sebagai mediator. Delegasi tingkat tinggi yang dipimpin Kepala Angkatan Darat Pakistan Asim Munir telah tiba di Teheran untuk melanjutkan komunikasi antara Washington dan Teheran.
Upaya ini merupakan kelanjutan dari perundingan sebelumnya di Islamabad yang meski belum membuahkan hasil, tetap membuka jalur dialog antara kedua pihak.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




