Konflik di Selat Hormuz Memanas, Jerman Kirim Kapal ke Mediterania
Sabtu, 25 April 2026 | 22:22 WIB
Berlin, Beritasatu.com - Pemerintah Jerman mulai menyiapkan kekuatan militernya untuk merespons eskalasi ketegangan di Selat Hormuz.
Menteri Pertahanan Jerman, Boris Pistorius, mengumumkan pengerahan unit angkatan laut ke kawasan Mediterania sebagai langkah antisipasi kemungkinan misi di jalur strategis tersebut.
Pistorius menyebutkan, dua kapal akan dikirim sebagai bagian dari persiapan, yakni kapal penyapu ranjau dan kapal komando serta perbekalan. Kedua kapal ini disiagakan untuk dapat bergerak cepat apabila mendapatkan mandat resmi dari parlemen Jerman.
Langkah ini diambil sebagai bentuk kesiapan menghadapi dinamika keamanan global yang semakin kompleks, khususnya di kawasan Timur Tengah.
Meski demikian, Pistorius tidak memerinci jadwal pasti keberangkatan armada tersebut. Ia menegaskan keputusan operasional tetap bergantung pada perkembangan situasi dan persetujuan politik di dalam negeri.
Lebih lanjut, ia menjelaskan misi Uni Eropa yang saat ini berjalan, yakni Aspides, berpotensi menjadi kerangka hukum bagi keterlibatan Jerman. Saat ini, mandat misi tersebut masih terbatas pada penanganan ancaman di Laut Merah.
Untuk memperluas cakupan hingga Selat Hormuz, diperlukan penyesuaian kerangka hukum serta dukungan dari negara mitra, termasuk Amerika Serikat dan Inggris.
Menurut Pistorius, Angkatan Laut Jerman dapat berkontribusi dalam menjaga kebebasan navigasi melalui kemampuan pembersihan ranjau yang dimiliki. Peran ini dinilai penting mengingat Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling vital di dunia.
Sejak konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran meningkat pada akhir Februari 2026, situasi di Selat Hormuz semakin memanas. Iran dilaporkan memperketat kontrol di wilayah tersebut, yang kemudian direspons oleh Amerika Serikat dengan memberlakukan blokade angkatan laut pada pertengahan April.
Ketegangan ini memicu kekhawatiran global terhadap keamanan jalur distribusi energi, mengingat Selat Hormuz menjadi jalur utama bagi sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia.
Langkah Jerman menyiagakan armada ke Mediterania mencerminkan meningkatnya perhatian negara-negara Eropa terhadap stabilitas kawasan dan pentingnya menjaga kelancaran perdagangan internasional.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




