ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Rusia Kirim 7.000 Alat Tes Ebola ke Afrika untuk Hadapi Wabah Baru

Sabtu, 20 Juni 2026 | 01:00 WIB
IC
IC
Penulis: Iman Rahman Cahyadi | Editor: CAH
Ilustrasi virus Ebola.
Ilustrasi virus Ebola. (Magnific/Kjpargeter)

Moskow, Beritasatu.com – Pemerintah Rusia telah menyalurkan lebih dari 7.000 alat tes PCR untuk mendeteksi virus Ebola ke sejumlah negara di Afrika sebagai langkah cepat menghadapi potensi penyebaran wabah baru yang dipicu oleh strain Bundibugyo.

Badan pengawas hak konsumen dan kesejahteraan masyarakat federal Rusia, Rospotrebnadzor, mengeklaim Rusia menjadi salah satu negara pertama yang berhasil mengembangkan sekaligus memproduksi alat tes PCR khusus untuk mendeteksi virus Ebola varian Bundibugyo hanya dalam waktu empat hari setelah ancaman wabah muncul.

"Menanggapi ancaman wabah baru Ebola yang disebabkan oleh virus Bundibugyo di Republik Demokratik Kongo dan Uganda, Rospotrebnadzor menjadi salah satu lembaga pertama di dunia yang mengembangkan dan mengatur produksi alat tes diagnosis PCR untuk varian virus tersebut dalam waktu empat hari," demikian keterangan resmi Rospotrebnadzor, pada Jumat (19/6/2026).

ADVERTISEMENT

Rospotrebnadzor menyebutkan, hingga saat ini lebih dari 7.000 alat tes telah dikirim ke berbagai negara di kawasan Afrika guna mendukung upaya deteksi dini dan pengendalian penyebaran penyakit.

Selain negara-negara Afrika, alat tes Ebola buatan Rusia juga telah didistribusikan ke Korea Utara dan Turkmenistan sebagai bagian dari kerja sama internasional di bidang kesehatan.

Dalam keterangannya, Rospotrebnadzor juga mengungkapkan para ahli dari Rusia bersama Uganda telah melakukan lebih dari 1.500 pemeriksaan terhadap sampel biologis pasien Ebola maupun individu yang diduga terpapar virus tersebut.

Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat proses diagnosis, meningkatkan kemampuan deteksi dini, serta mendukung penanganan wabah Ebola yang kembali mengancam sejumlah wilayah di Afrika.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Lawan Strain Baru! 3 Vaksin Ebola Masuki Tahap Riset Kilat

Lawan Strain Baru! 3 Vaksin Ebola Masuki Tahap Riset Kilat

LIFESTYLE
Geger Rencana AS Karantina Pasien Ebola di Kenya, Warga Mengamuk!

Geger Rencana AS Karantina Pasien Ebola di Kenya, Warga Mengamuk!

INTERNASIONAL
Fatalitas Tinggi, WHO: Tingkat Kematian Akibat Ebola Bisa 50 Persen

Fatalitas Tinggi, WHO: Tingkat Kematian Akibat Ebola Bisa 50 Persen

LIFESTYLE
Ebola Mengancam! Negara-negara Ini Mulai Tutup Pintu bagi Wisatawan

Ebola Mengancam! Negara-negara Ini Mulai Tutup Pintu bagi Wisatawan

LIFESTYLE
Konflik Bersenjata di Kongo Buat Wabah Ebola Mengganas

Konflik Bersenjata di Kongo Buat Wabah Ebola Mengganas

LIFESTYLE
Uganda Tutup Perbatasan dengan Kongo di Tengah Lonjakan Kasus Ebola

Uganda Tutup Perbatasan dengan Kongo di Tengah Lonjakan Kasus Ebola

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon