ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Dibekuk Densus, Jaringan Pengebom Katedral Filipina Juga Terlibat Bom Gereja

Rabu, 6 Januari 2021 | 16:36 WIB
FA
IC
Penulis: Farouk Arnaz | Editor: CAH
Anggota polisi memasang garis polisi saat menutup akses menuju rumah terduga teroris usai penggerebekan di Perumahan Villa Mutiara, Kelurahan Bulurokeng, Kecamatan Biringkanaya, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu. 6 Januari 2021.
Anggota polisi memasang garis polisi saat menutup akses menuju rumah terduga teroris usai penggerebekan di Perumahan Villa Mutiara, Kelurahan Bulurokeng, Kecamatan Biringkanaya, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu. 6 Januari 2021. (ANTARA FOTO/Arnas Padda/)

Jakarta, Beritasatu.com — Penangkapan jaringan teroris yang berpusat di Perumahan Vila Mutiara Biru Kota Makassar, Sulawesi Selatan Rabu (6/1/2021) terus berkembang. Fakta baru juga terus digali polisi.

Total ada 20 orang dibekuk dimana 2 diantaranya tewas ditembak dan 1 orang mengalami luka tembak karena melakukan perlawanan. Mereka adalah kelompok Jamaah Ansharu Daulah yang berbaiat kepada ISIS.

"Densus 88/Antiteror menangkap 20 orang teroris. 17 orang diamankan, 1 orang mengalami luka tembak beriniasl I (34) saat ini dibawa dan dirawat di RS Bhayangkara. Sementara 2 orang meninggal dunia karena melakukan perlawanan yakni MRS (46) dan SA (23)," kata Kabag Penum Kombes Ahmad Ramadhan di Mabes Polri Rabu (6/1/2021).

Kelompok ini juga adalah fasilitator pelarian Andi Baso yang merupakan DPO Bom Gereja Oukumene Samarinda pada tahun 2017.

ADVERTISEMENT

Seperti diberitakan mereka adalah jaringan teror pendukung Khilafah/ ISIS. Kedua tersangka bersama dengan jaringannya yang terpusat di villa mutiara bersama dengan ratusan jamaah lainnya telah berbaiat kepada Khilafah atau ISIS pada tahun 2015 silam di Ponpes Aridho.

Ponpes Aridho dipimpin ustazBasri yang telah ditangkap pada 2015 silam. Ia meninggal saat menjalani masa pidana di Nusakambangan pada 2018 karena sakit.

Jaringan ini melakukan kajian khusus pendukung daulah di villa mutiara dan yayasan aridho. Pada tahun 2016 MRS dan SA bersama keluarga sempat hijrah atau bermaksud bergabung dengan organisasi ISIS di Suriah namun dapat dibatalkan di bandara Soekarno Hatta.

Mereka juga terlibat dalam pengiriman dana kepada pelaku bom bunuh diri di gereja Katedral Jolo di Filipina dimana pelakunya adalah kelompok jamaah Vila Mutiara.

Mulai bulan Oktobet 2020 kelompok ini secara routin lakukan latihan menembak dan naik gunung atau iddad.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Densus 88 Tangkap 8 Terduga Teroris Jaringan ISIS di Sulawesi Tengah

Densus 88 Tangkap 8 Terduga Teroris Jaringan ISIS di Sulawesi Tengah

MULTIMEDIA
Penangkapan 8 Teroris di Poso Bukti Sel Radikalisme Masih Hidup

Penangkapan 8 Teroris di Poso Bukti Sel Radikalisme Masih Hidup

NASIONAL
Waspada! Teroris Incar Anak-Anak Lewat Gim Roblox, 112 Korban Terdeteksi

Waspada! Teroris Incar Anak-Anak Lewat Gim Roblox, 112 Korban Terdeteksi

MULTIMEDIA
Ketua Parlemen Iran Sebut Militer Uni Eropa sebagai Teroris

Ketua Parlemen Iran Sebut Militer Uni Eropa sebagai Teroris

INTERNASIONAL
AS Sebut Muslim Brotherhood Mesir, Lebanon, Yordania sebagai Teroris

AS Sebut Muslim Brotherhood Mesir, Lebanon, Yordania sebagai Teroris

INTERNASIONAL
BNPT: Waspada Perekrutan Teroris lewat Game Online!

BNPT: Waspada Perekrutan Teroris lewat Game Online!

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon