ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Vito Ditargetkan Sampai Semifinal Swiss Terbuka

Jumat, 19 Februari 2021 | 16:11 WIB
IC
IC
Penulis: Iman Rahman Cahyadi | Editor: CAH
Rhustavito Shesar Hiren.
Rhustavito Shesar Hiren. (Antara)

Bogor, Beritasatu.com- Skuad Indonesia akan kembali mengikuti turnamen bulutangkis pada awal Maret mendatang, yaitu Swiss Terbuka pada 2-7 Maret di Basel. Kemudian dilanjut dengan kejuaraan bulutangkis tertua di dunia, All England pada 17-21 Maret di Birmingham.

Pada sektor tunggal putra, Shesar Hiren Rhustavito menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang akan tampil pada Swiss Terbuka. Sang pelatih, Hendry Saputra, membeberkan persiapan apa saja yang dilakukan anak didiknya, terutama dari sisi teknik.

"Persiapan setelah pulang dari Thailand, kalau melihat hasil main Vito, dari teknik pukulan atau stroke-nya harus lebih mantap lagi. Jadi lebih fokus untuk penerapan cara bermain dan stroke-nya yang tepat," ungkap Hendry dilansir Badminton Indonesia, Jumat (19/1/2021).

"Kalau untuk fisik atau mentalnya, setelah konsultasi dan komunikasi dengan Vito, dia sudah oke. Jadi dari teknik dan fokus cara penggunaan tekniknya ini yang kami terapkan selama kurang lebih 2-3 minggu sebelum berangkat ke Swiss," jelas Hendry.

ADVERTISEMENT

"Kami harapkan semaksimal mungkin. Target Vito bisa masuk di semifinal," kata Hendry ditanya perihal target Vito di Swiss Terbuka.

Sementara pada kejuaraan All England, Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie menjadi wakil Indonesia di sektor tunggal putra. Menurut Hendry, ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan dari keduanya, terutama pada daya tahan mereka.

"Kalau untuk All England, dari satu bulan sebelum berangkat ini kita akan tingkatkan daya tahan lagi, fisik, stamina, dan tenaga. Memang hal lain yang paling penting itu fokus pikiran," tutur Hendry.

"Memang ini tidak gampang, tapi dalam satu bulan ini kami fokuskan untuk meningkatkan konsentrasi pikiran mereka. Supaya mereka bisa mengatasi kendala tidak yakin atau tidak fokus saat pertandingan," tambahnya.

Hendry juga menilai, para pemain lawan khususnya saat Leg Asia di Thailand, Bangkok, Januari lalu memiliki persiapan yang lebih baik. Selain itu, menurut Hendry setiap atlet juga ada masanya mengalami penurunan performa.

"Kalau saya lihat para pemain lawan saat pertandingan di Thailand, sebenarnya dari tingkat kemajuan lawan, dalam hal teknik sih saya rasa biasa saja. Tapi mungkin lawan itu siap untuk juaranya lebih ada. Mereka lebih siap, baik dari sisi mental, pikiran, dan daya juang. Bukan berarti pemain kita tidak siap atau tidak ada, tapi lawan lebih siap," ungkap Hendry.

"Mudah-mudahan dengan pengalaman di Thailand kemarin, pada kejuaraan berikutnya atlet-atlet kita bisa kembali performanya. Memang ada masanya pemain mengalami hal ini, tidak bisa menjadi alasan, tapi kita harus terus berlatih dan lebih siap lagi," pungkasnya. 



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Lantik 13 Pengprov, PP PBSI Fokus Perkuat Pembinaan Atlet

Lantik 13 Pengprov, PP PBSI Fokus Perkuat Pembinaan Atlet

SPORT
PBSI Sebut Psikologis Pemain Jadi Penyebab Kegagalan di Piala Thomas

PBSI Sebut Psikologis Pemain Jadi Penyebab Kegagalan di Piala Thomas

SPORT
Pertama Kali dalam Sejarah Tak Lolos Fase Gugur, PBSI Minta Maaf

Pertama Kali dalam Sejarah Tak Lolos Fase Gugur, PBSI Minta Maaf

SPORT
BWF Tetapkan Skor 15x3 mulai 4 Januari 2027

BWF Tetapkan Skor 15x3 mulai 4 Januari 2027

SPORT
PBSI Lepas Tim Piala Thomas dan Uber 2026 ke Denmark

PBSI Lepas Tim Piala Thomas dan Uber 2026 ke Denmark

SPORT
PBSI Rombak Ganda Putra demi Prestasi, Leo/Bagas Dipisah

PBSI Rombak Ganda Putra demi Prestasi, Leo/Bagas Dipisah

SPORT

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon