Dosis Ketiga Vaksin Moderna Tingkatkan Antibodi Terhadap Varian Covid-19
Kamis, 6 Mei 2021 | 23:09 WIB
New York, Beritasatu.com- Dosis ketiga dari vaksin Covid-19 Moderna saat ini atau bakal vaksin baru eksperimental, meningkatkan kekebalan terhadap varian baru Covid-19 dari Brasil dan Afrika Selatan. Seperti dilaporkan Reuters, Rabu (5/5/2021), Moderna menyatakan temuan itu dari data uji coba awal pada manusia.
"Suntikan penguat, yang diberikan kepada sukarelawan yang sebelumnya diinokulasi dengan rejimen vaksin dua dosis Moderna, juga meningkatkan antibodi terhadap versi asli Covid-19," kata Moderna.
Data awal berasal dari uji coba 40 orang yang menguji tembakan Moderna yang ada dan versi yang dikembangkan untuk melindungi terhadap varian Covid-19 Afrika Selatan yang disebut mRNA-1273.351. Moderna juga mempelajari suntikan yang menggabungkan vaksin baru dan yang sudah ada.
Hasilnya menunjukkan bahwa sementara suntikan penguat dari kedua versi vaksin meningkatkan antibodi terhadap semua varian Covid-19 yang diuji dalam uji coba, penguat baru memiliki respons yang lebih besar terhadap varian Afrika Selatan daripada vaksin asli.
"Kami didorong oleh data baru ini, yang memperkuat keyakinan kami bahwa strategi penguat kami harus melindungi terhadap varian Covid-19 yang lebih baru," kata Stephane Bancel, CEO Moderna.
Moderna menyatakan kedua suntikan penguat dapat ditoleransi dengan baik, dengan efek samping yang serupa dengan yang dialami relawan dalam penelitian sebelumnya dari dosis kedua vaksinnya.
Varian baru Covid-19 yang pertama kali ditemukan di Afrika Selatan dan Brasil dianggap lebih resisten terhadap vaksin yang ada. Kedua varian telah terdeteksi di Amerika Serikat tetapi sejauh ini hanya mencakup sebagian kecil dari kasus AS, menurut data federal yang terakhir diperbarui pada bulan April.
Studi Moderna melihat tingkat antibodi dalam darah peserta yang memerangi Covid-19, indikasi awal bahwa mereka akan terlindungi dari virus. Moderna pertama kali mengumumkan sedang mempelajari cara-cara untuk melindungi terhadap varian Covid-19 pada Februari.
Moderna berharap untuk segera membagikan data tambahan tentang vaksin penguat potensial lainnya yang mencampurkan vaksin Covid-19 yang ada dengan vaksin yang baru dikembangkan.
"Ilmuwan pemerintah Amerika Serikat di National Institute of Allergy and Infectious Diseases (NIAID) sedang melakukan studi tahap awal terpisah dari mRNA-1273.351," kata Moderna.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




