Menlu: Palestina Satu-satunya Negara yang Masih Diduduki Kekuatan Kolonial
Minggu, 16 Mei 2021 | 19:57 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengatakan Palestina adalah satu-satunya negara di dunia yang masih mengalami penjajahan. Meskipun sudah berulang kali dibahas dalam pertemuan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), situasi di Palestina belum banyak mengalami perubahan.
"Kita semua tidak boleh lupa bahwa Palestina satu-satunya negara yang masih diduduki oleh kekuatan kolonial di dunia ini. Semua penderitaan Palestina disebabkan oleh Israel sebagai occupying power," kata Retno dalam pernyataan pers usai pertemuan luar biasa tingkat menlu OKI, Minggu (16/5/2021).
Menurut Retno, Palestina sampai saat ini masih mengalami persoalan pokok yang sama, yaitu adanya gangguan terhadap pelaksanaan ibadah di Masjid Al-Aqsa, illegal settlement (permukiman ilegal) semakin merajalela, pergerakan orang-orang Palestina dibatasi di tanah mereka sendiri, dan hak-hak Palestina dihilangkan.
Namun, Retno menegaskan komitmen negara-negara OKI tidak akan pernah luntur untuk Palestina, sekalipun organisasi itu telah bertemu kesekian kalinya untuk membahas isu yang sama yaitu agresi Israel terhadap Palestina.
"Sejak OKI didirikan, komitmen negara OKI tidak pernah luntur dan terus bertekad untuk bersama Palestina di dalam memperjuangkan hak-haknya," ujar Retno.
Retno mengatakan Indonesia mengecam keras semua tindakan yang dilakukan oleh Israel. "Yang lebih melukai lagi, tindakan tersebut dilakukan di bulan suci Ramadhan dan di hari Raya Idul Fitri," ujarnya.
Menurut Retno, 150 orang termasuk perempuan dan anak-anak telah kehilangan nyawa di Palestina saat berlangsungnya pertemuan OKI. Bahkan, ratusan atau mungkin ribuan orang harus kehilangan rumah mereka.
Pertemuan luar biasa OKI atau Extraordinary Open-Ended Ministerial Meeting of The OIC Executive Committee digelar secara virtual hari ini dengan dihadiri 16 menteri dan wakil menteri luar negeri negara-negara anggota OKI, serta wakil dari negara OKI lainnya.
Pertemuan dilakukan khusus membahas agresi Israel di wilayah Palestina, khususnya Al-Quds Al-Shareef atau Yerusalem dan juga jalur Gaza.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




