140 Siswa Nigeria Diculik Kelompok Milisi Bersenjata
Selasa, 6 Juli 2021 | 12:51 WIB
Kaduna, Beritasatu.com- Sejumlah 140 siswa sekolah asrama di Kaduna, Nigeria telah diculik sekelompok milisi bersenjata. Seperti dilaporkan AFP, Senin (5/7/2021), pejabat sekolah mengatakan penculikan ini merupakan kasus terbaru dari gelombang penculikan massal yang menargetkan anak-anak sekolah dan siswa.
Geng kriminal bersenjata berat sering menyerang desa untuk menjarah, mencuri ternak, dan menculik orang untuk tebusan di barat laut dan tengah Nigeria, tetapi sejak awal tahun mereka semakin menargetkan sekolah dan perguruan tinggi.
Para penyerang memanjat pagar untuk membobol Sekolah Menengah Baptis Bethel di negara bagian Kaduna pada Senin dini hari. Mereka membawa sebagian besar dari 165 murid yang tinggal di sana semalaman.
"Para penculik membawa 140 siswa, hanya 25 siswa yang melarikan diri. Kami masih tidak tahu di mana para siswa itu dibawa," kata Emmanuel Paul, seorang guru di sekolah tersebut kepada AFP.
Juru bicara kepolisian negara bagian Kaduna, Mohammed Jalige, membenarkan serangan Senin pagi itu. Tetapi dia tidak bisa memberikan rincian tentang jumlah murid yang diculik.
"Tim polisi taktis mengejar para penculik. Kami masih dalam misi penyelamatan," katanya.
Sekitar 1.000 siswa dan murid telah diculik di berbagai negara bagian Nigeria sejak Desember tahun lalu. Sebagian besar siswa telah dibebaskan setelah negosiasi dengan pejabat lokal, meskipun beberapa masih ditahan.
Bethel Baptist High School adalah perguruan tinggi pendidikan bersama yang didirikan oleh gereja Baptis pada tahun 1991 di desa Maramara di distrik Chikun di pinggiran ibu kota negara bagian Kaduna. Serangan Senin adalah penculikan massal keempat di negara bagian Kaduna sejak Desember.
Gubernur negara bagian Kaduna Nasir Ahmad El-Rufai telah menjadi salah satu pemimpin lokal yang paling vokal bersikeras yang akan menolak untuk membayar uang tebusan.
Menurut polisi, penculikan sekolah hari Senin terjadi hanya beberapa jam setelah orang-orang bersenjata juga menculik delapan pegawai medis dari satu pusat kesehatan Kaduna.
Presiden Muhammadu Buhari, mantan jenderal yang pertama kali terpilih pada 2015, telah berjanji untuk mengakhiri momok penculikan dan geng kriminal. Tetapi penculikan massal hanyalah satu tantangan yang dihadapi pemerintahannya.
Pasukan keamanan Nigeria telah memerangi pemberontakan jihadis di timur laut sejak 2009, konflik yang telah menewaskan sekitar 40.000 orang dan membuat lebih dari 2 juta orang mengungsi.
Geng kriminal, yang dikenal secara lokal sebagai bandit, beroperasi dari kamp-kamp di hutan Rugu, yang melintasi negara bagian Zamfara, Katsina, dan Kaduna di Nigeria, serta Niger.
Sebagian besar geng dimotivasi oleh keuntungan materi. Meskipun demikian, beberapa geng telah bersumpah setia kepada organisasi jihad di timur laut Nigeria, yang ratusan mil jauhnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




