ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Banjir dan Tanah Longsor di India, 125 Orang Tewas

Minggu, 25 Juli 2021 | 07:47 WIB
UW
UW
Penulis: Unggul Wirawan | Editor: WIR
Para wanita dan anak-anak melintasi banjir di Kalkuta, India.
Para wanita dan anak-anak melintasi banjir di Kalkuta, India. (AFP/Dokumentasi)

Mumbai, Beritasatu.com- Hujan deras yang memicu banjir dan tanah longsor sudah mengakibatkan 125 orang tewas di India. Seperti dilaporkan CNA, Sabtu (24/7/2021), tim penyelamat berjuang melewati lumpur tebal dan puing-puing untuk mengevakuasi korban.

"Negara bagian Maharashtra dilanda hujan terberat pada Juli dalam empat dekade," kata para ahli.

Hujan yang berlangsung beberapa hari telah sangat memengaruhi kehidupan ratusan ribu orang, sementara sungai-sungai besar terancam meluap.

Seorang pejabat senior pemerintah Maharashtra mengatakan di Taliye, sekitar 180 km tenggara ibu kota keuangan Mumbai, jumlah korban tewas naik menjadi 42 orang. Petugas menemukan empat mayat lagi setelah tanah longsor yang meratakan sebagian besar rumah di desa itu.

ADVERTISEMENT

"Sekitar 40 orang masih terjebak. Kemungkinan menyelamatkan mereka hidup-hidup sangat tipis karena mereka telah terjebak dalam lumpur selama lebih dari 36 jam," kata pejabat yang menolak disebutkan namanya karena tidak berwenang berbicara kepada media.

Cuaca buruk telah melanda beberapa bagian dunia dalam beberapa pekan terakhir, dengan banjir di Tiongkok dan Eropa Barat dan gelombang panas di Amerika Utara, meningkatkan kekhawatiran baru tentang dampak perubahan iklim.

Menurut laporan Institut Penelitian Dampak Iklim (PIK) Potsdam yang diterbitkan pada bulan April, perubahan iklim membuat monsun India lebih kuat.

Laporan tersebut memperingatkan konsekuensi yang berpotensi parah untuk makanan, pertanian dan ekonomi yang memengaruhi hampir seperlima dari populasi dunia.

Bagian dari pantai barat India telah menerima hujan hingga 594 mm, memaksa pihak berwenang untuk memindahkan penduduk keluar dari daerah yang rentan saat mereka melepaskan air dari bendungan yang akan meluap. Stasiun bukit Mahabaleshwar mencatat curah hujan tertinggi yang pernah ada yakni 60 cm dalam 24 jam.

"Tim penyelamat sedang mencari korban tanah longsor di empat tempat lain di negara bagian itu," ujar pejabat itu.

"Sekitar 90.000 orang diselamatkan dari daerah yang terkena dampak banjir," kata pemerintah Maharashtra, ketika pihak berwenang melepaskan air dari bendungan yang meluap.

Banjir dan tanah longsor sering terjadi selama musim hujan berbahaya di India, yang juga sering mncatat bangunan dan dinding yang dibangun dengan buruk ambruk setelah berhari-hari hujan tanpa henti.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Harga Smartphone India Naik hingga Rp 1 Jutaan Imbas Biaya Komponen

Harga Smartphone India Naik hingga Rp 1 Jutaan Imbas Biaya Komponen

OTOTEKNO
Wacana Unik India: Buaya dan Ular Berbisa untuk Jaga Perbatasan

Wacana Unik India: Buaya dan Ular Berbisa untuk Jaga Perbatasan

INTERNASIONAL
Ratusan Orang India Ramai-ramai Jadi Warga Negara Israel, Ada Apa?

Ratusan Orang India Ramai-ramai Jadi Warga Negara Israel, Ada Apa?

INTERNASIONAL
India Meradang setelah Iran Tembak 2 Kapal di Selat Hormuz

India Meradang setelah Iran Tembak 2 Kapal di Selat Hormuz

INTERNASIONAL
Dunkin Donuts Hengkang dari India Setelah 14 Tahun

Dunkin Donuts Hengkang dari India Setelah 14 Tahun

EKONOMI
India Tunda Kunjungan Delegasi ke AS setelah Penetapan Tarif Baru

India Tunda Kunjungan Delegasi ke AS setelah Penetapan Tarif Baru

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon