Korban Tewas Banjir di India Bertambah Jadi 159 Orang
Senin, 26 Juli 2021 | 11:51 WIB
Mumbai, Beritasatu.com- Korban tewas akibat banjir dan tanah longsor yang dipicu oleh hujan lebat di India naik menjadi 159 orang. Seperti dilaporkan AFP, Minggu (25/7/2021), para pejabat pada dengan tim penyelamat masih mencari puluhan korban lainnya yang hilang.
Pantai barat negara itu telah dibanjiri oleh hujan lebat sejak Kamis. Departemen Meteorologi India memperingatkan hujan lebih lanjut selama beberapa hari ke depan.
Banjir dan tanah longsor sering terjadi selama musim hujan berbahaya di India. Banjir juga sering menyebabkan bangunan yang dibangun dengan buruk runtuh setelah berhari-hari diguyur hujan tanpa henti.
Para ahli mengatakan perubahan iklim telah menyebabkan banjir tahunan meningkat dalam frekuensi dan intensitas.
Di negara bagian Maharashtra, 149 orang telah tewas, termasuk lebih dari 40 orang dalam tanah longsor besar yang melanda desa lereng bukit Taliye sekitar 250 km tenggara Mumbai pada Kamis.
Kepada AFP, penduduk desa Jayram Mahaske, yang kerabatnya masih terjebak, mengatakan bahwa banyak orang hanyut ketika mereka mencoba melarikan diri".
Penduduk desa lainnya, Govind Malusare, mengatakan bahwa jenazah keponakannya telah ditemukan setelah tanah longsor melanda rumah keluarganya. Tetapi Malusare mengaku ibu, saudara laki-laki, ipar perempuan dan keponakannya masih hilang.
Di distrik Satara yang terkena tanah longsor dan banjir, ditemukan 28 jenazah lagi sehingga jumlah korban menjadi 41 orang.
Di beberapa bagian Chiplun, ketinggian air naik menjadi hampir 6 meter pada hari Kamis setelah 24 jam hujan tanpa gangguan. Ketinggian air sejak itu mulai surut.
"Hujan, banjir, air bukanlah hal baru bagi orang-orang di sini, tetapi apa yang terjadi kali ini tidak terbayangkan dan mereka bahkan tidak dapat menyelamatkan barang-barang mereka karena naiknya air," kata Kepala Menteri Maharashtra Uddhav Thackeray kepada wartawan setelah mengunjungi Chiplun pada Minggu.
Delapan pasien di rumah sakit Covid-19 setempat juga dilaporkan meninggal setelah pasokan listrik ke ventilator terputus.
"Ketinggian air mencapai langit-langit toko saya, ada begitu banyak air di dalamnya. Semua toko di daerah ini telah rusak total. Banjir telah meninggalkan begitu banyak tanah, kami bahkan tidak dapat melanjutkan pekerjaan," kata seorang penjaga toko kepada penyiar berita India NDTV, menunjuk lumpur dan puing-puing di sekitarnya
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




