ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pemberontak Tigray Jarah Gudang Bantuan Pangan

Rabu, 1 September 2021 | 10:31 WIB
UW
UW
Penulis: Unggul Wirawan | Editor: WIR
Seorang anak membantu distribusi makanan yang diselenggarakan oleh pemerintah Amhara di dekat desa Baker, 50 km tenggara Humera, di wilayah Tigray, Etiopia.
Seorang anak membantu distribusi makanan yang diselenggarakan oleh pemerintah Amhara di dekat desa Baker, 50 km tenggara Humera, di wilayah Tigray, Etiopia. (AFP/Dokumentasi)

Addis Ababa, Beritasatu.com- Direktur USAID Etiopia Sean Jones mengatakan pemberontak Front Pembebasan Rakyat Tigray (TPLF) telah menjarah gudang lembaga bantuan Amerika Serikat (AS) di wilayah Amhara dalam beberapa pekan terakhir.

Seperti dilaporkan Reuters, Selasa (31/8/2021), perang pecah di wilayah pegunungan November lalu antara pasukan Ethiopia dan TPLF, yang menguasai wilayah tersebut. Konflik Etiopia tersebut telah menewaskan ribuan orang dan menyebabkan krisis kemanusiaan.

Setelah merebut kembali kendali sebagian besar Tigray pada akhir Juni dan awal Juli, pasukan Tigray menyerbu ke wilayah tetangga Afar dan Amhara, menggusur beberapa ratus ribu orang lagi dari rumah mereka.

"Kami memiliki bukti bahwa beberapa gudang kami telah dijarah dan dikosongkan sepenuhnya di daerah-daerah, terutama di Amhara, tempat tentara TPLF telah masuk," ujar direktur, Sean Jones, kepada penyiar negara EBC dalam satu wawancara yang disiarkan televisi pada Selasa.

ADVERTISEMENT

"Saya percaya bahwa TPLF sangat oportunistik," tambahnya.

Perwakilan TPLF dan kantor Perdana Menteri Abiy Ahmed tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Hingga kini, menurut perkiraan USAID, 900.000 orang di Tigray sudah dalam kondisi kelaparan, sementara lima juta orang lainnya sangat membutuhkan bantuan kemanusiaan.

"Untuk pertama kali dalam sembilan bulan perang, pekerja bantuan minggu ini akan kehabisan makanan untuk dikirim ke jutaan orang yang kelaparan," kata kepala USAID pekan lalu, menyalahkan pemerintah karena membatasi akses.

Pasukan pemberontak Tigray dan pemerintah federal telah berulang kali saling tuding menghambat aliran bantuan.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon