Pengungsi Suriah Tewas Setelah Telan Bensin
Minggu, 26 September 2021 | 08:04 WIB
Beirut, Beritasatu.com- Seorang pengungsi Suriah di Minieh, Lebanon utara, tewas pada Sabtu (25/9/2021) setelah secara tidak sengaja menelan sejumlah besar bensin. Seperti dilaporkan Arab News, korban menyedot bensin dari mobilnya karena khawatir ditangkap dalam operasi pasar gelap bahan bakar. Dia dibawa ke rumah sakit tetapi tidak bisa diselamatkan.
Abdulrahman Darwish, perwakilan Federasi Asosiasi Bantuan di Danniye, mengatakan pria itu biasa membuat kesepakatan di pasar gelap. Lebanon memang menderita krisis bahan bakar minyak (BBM) akut selama beberapa bulan terakhir.
"Dia pergi ke pompa bensin setiap hari, di mana dia menunggu dalam antrean berjam-jam untuk mendapatkan 40 liter bensin untuk kemudian menarik jumlah ini dari mobilnya dan menjualnya di pasar gelap dengan harga lebih tinggi kepada mereka yang tidak mau menunggu dalam antrean," katanya kepada Arab News.
Darwish mengatakan aktivitas pasar gelap berkembang pesat selama krisis BBM. Para pemuda, warga Lebanon, dan pengungsi Suriah mendapati diri mereka menganggur di tengah krisis ekonomi yang keras di Lebanon. Mereka mencari uang dengan segala cara untuk mengamankan makanan, obat-obatan dan susu untuk keluarga mereka, dan telah menemukan peluang emas di pasar gelap.
Satu sumber keamanan mengatakan kepada Arab News bahwa pihak berwenang telah mengamati penurunan tingkat perampokan di utara dalam beberapa minggu terakhir. Saat ini, preman fokus pada pasar gelap daripada pencurian karena sangat menguntungkan.
"Setiap hari, puluhan dari mereka berkumpul di luar SPBU membentuk geng untuk mendapatkan bensin dan kemudian menjualnya di pasar gelap. Para pemuda yang menganggur telah menemukan kesempatan untuk mendapatkan uang dengan menggunakan cara-cara ilegal," kata sumber itu.
Menurut daftar harga yang dikeluarkan oleh Kementerian Perekonomian pada hari Rabu, bahan bakar akan dijual sesuai dengan nilai tukar dolar, dengan US$ 1 senilai LBP14.000. Antrean di luar SPBU tetap ada, disertai perselisihan yang sering berujung pada kekerasan fisik bahkan penembakan.
Sebagian kalangan sudah memperkirakan penurunan aktivitas pasar gelap setelah ketersediaan BBM di pasar dan harga BBM diliberalisasi.
Namun, peluang kerja telah muncul di tengah kekacauan ini. Beberapa orang menyediakan layanan "menunggu", tinggal di dalam mobil alih-alih pemilik kendaraan untuk mengisi tangki dan mendapatkan hingga LBP100.000 untuk melakukannya.
Beberapa memesan tempat di luar pompa bensin pada malam hari dan menjual tempat di pagi hari untuk mereka yang menunggu di belakang.
Fadi Abu Shakra, perwakilan dari Serikat Distributor Bahan Bakar, mengatakan antrian tampak lebih pendek pada Senin (20/9) karena bahan bakar telah tersedia dan impor sedang berlangsung.
"Aktivitas para pedagang pasar gelap yang telah melelahkan kita kemungkinan besar akan turun," katanya kepada Arab News.
Krisis ekonomi di Lebanon yang memuncak pada 2019 setelah menipisnya sumber daya keuangannya telah menyebabkan keruntuhan ekonomi total, di mana ratusan bisnis tutup dan ribuan karyawan diberhentikan.
Laporan terbaru dari Badan Pusat Statistik menyebutkan, tingkat pengangguran pada 2020 meningkat menjadi 55% untuk mereka yang bekerja di sektor informal dan 45% untuk pekerja di ekonomi formal.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




