ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Presiden Suriah Hapus Jabatan Imam Besar

Rabu, 17 November 2021 | 16:29 WIB
UW
UW
Penulis: Unggul Wirawan | Editor: WIR
Imam Besar Suriah Ahmed Hassoun dianggap sebagai pendukung setia rezim Presiden Bashar al-Assad.
Imam Besar Suriah Ahmed Hassoun dianggap sebagai pendukung setia rezim Presiden Bashar al-Assad. (AFP/Dokumentasi)

Damaskus, Beritasatu.com- Presiden Suriah, Bashar al-Assad telah mengeluarkan dekrit yang secara efektif menghapuskan jabatan imam besar republik itu. Seperti dilaporkan Al Jazeera, Selasa (16/11/2021), Al-Assad tidak memberikan alasan atas keputusan tersebut.

Keputusan yang dikeluarkan pada Senin (15/11) mendelegasikan tugas-tugas Majelis Ulama Fikih yang sebelumnya dipercayakan kepada para ulama, termasuk menetapkan tanggal mulai dan berakhirnya bulan suci Ramadan dan mengumumkan keputusan agama atau fatwa.

Ketetapan tersebut juga menghapuskan Pasal 35 undang-undang yang mengatur kekuasaan majelis yurisprudensi dan kerja Kementerian Wakaf dan Agama di bawah imam besar, dan memperkuat kekuasaan majelis yang dipimpin oleh menteri wakaf.

Keputusan tersebut secara efektif memaksa Imam Besar Suriah, Ahmad Badr al-Din Hassoun, otoritas Islam tertinggi di Suriah, untuk pensiun.

ADVERTISEMENT

Spekulasi luas di kalangan publik seputar alasan keputusan al-Assad telah muncul. Tindakan itu terjadi beberapa hari setelah Dewan Yurisprudensi Suriah mengeluarkan kritik keras terhadap interpretasi Hassoun atas serangkaian ayat-ayat Alquran selama pemakaman penyanyi terkenal Suriah Sabah Fakhri, yang meninggal awal bulan ini.

Imam besar dianggap sebagai perwakilan Muslim Sunni paling senior di Suriah dan mengeluarkan fatwa agama atas nama pemerintah Suriah.

Hassoun telah memegang posisi ulama besar sejak tahun 2005, setelah kematian pendahulunya Ahmed Kuftaro pada tahun 2004. Dia dikenal sebagai pendukung setia pemerintah sejak awal perang saudara dan difoto dalam berbagai kesempatan dengan al-Assad .

Pada tahun 2016, Amnesty International menerbitkan satu laporan yang mengungkapkan Hassoun diwakilkan oleh al-Assad untuk menyetujui eksekusi hingga 13.000 narapidana di penjara Saydnaya selama periode lima tahun.

Pada puncak protes anti-pemerintah pada tahun 2011, putra Hassoun yang berusia 22 tahun, Saria, ditembak dan dibunuh di Aleppo dalam satu insiden yang dituduhkan dilakukan oleh "teroris" oleh pemerintah Suriah.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Bertemu Ahmad al-Sharaa, Putin Bahas Pangkalan Militer Rusia di Suriah

Bertemu Ahmad al-Sharaa, Putin Bahas Pangkalan Militer Rusia di Suriah

INTERNASIONAL
Bom Meledak di Masjid Imam Ali di Suriah Saat Salat Jumat, 6 Tewas

Bom Meledak di Masjid Imam Ali di Suriah Saat Salat Jumat, 6 Tewas

INTERNASIONAL
Tak Lagi Dipimpin Diktaktor, Suriah Keluarkan Mata Uang Baru

Tak Lagi Dipimpin Diktaktor, Suriah Keluarkan Mata Uang Baru

EKONOMI
Kanada Hapus Suriah dari Daftar Negara Pendukung Terorisme

Kanada Hapus Suriah dari Daftar Negara Pendukung Terorisme

INTERNASIONAL
Suriah Akhirnya Buka Lagi Kedutaan Besar di Inggris setelah 1 Dekade

Suriah Akhirnya Buka Lagi Kedutaan Besar di Inggris setelah 1 Dekade

INTERNASIONAL
Momen Bersejarah, Trump Akan Bertemu Presiden Suriah di Gedung Putih

Momen Bersejarah, Trump Akan Bertemu Presiden Suriah di Gedung Putih

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon