WHO Larang Plasma Konvalesen, Ini Respons Kemenkes
Selasa, 7 Desember 2021 | 14:24 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan, pihaknya masih menunggu rekomendasi dari organisasi profesi terkait adanya rekomendasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) agar tidak menggunakan plasma darah atau konvalesen untuk pasien Covid-19.
"Untuk terapi plasma konvalesen bagi pasien Covid-19, kita tunggu rekomendasi organisasi profesi," kata Nadia melalui pesan singkatnya saat dihubungi Beritasatu.com, Selasa (7/12/2021).
Seperti dilaporkan Reuters, pada Senin (7/12/2021), WHO menyatakan bukti saat ini menunjukkan plasma konvalesen tidak meningkatkan kelangsungan hidup atau mengurangi kebutuhan akan ventilator.
Hipotesis untuk menggunakan plasma konvalesen adalah bahwa antibodi yang dikandungnya dapat menetralkan virus Corona baru, menghentikannya bereplikasi, dan menghentikan kerusakan jaringan.
Beberapa penelitian yang menguji plasma darah konvalesen tidak menunjukkan manfaat nyata untuk merawat pasien Covid-19 yang sakit parah. Uji coba yang berbasis di Amerika Serikat (AS) dihentikan pada bulan Maret setelah ditemukan bahwa plasma tidak mungkin membantu pasien Covid-19 ringan hingga sedang.
"Metode ini juga mahal dan memakan waktu untuk dilakukan," kata WHO dalam satu pernyataan pada hari Senin.
Menurut WHO, satu panel ahli internasional membuat rekomendasi kuat terhadap penggunaan plasma konvalesen pada pasien dengan penyakit tidak parah. Mereka juga menyarankan untuk tidak menggunakannya pada pasien dengan penyakit parah dan kritis, kecuali dalam konteks uji coba terkontrol secara acak.
Rekomendasi yang diterbitkan dalam British Medical Journal (BMJ), didasarkan pada bukti dari 16 uji coba yang melibatkan 16.236 pasien dengan infeksi Covid-19 yang tidak parah, parah, dan kritis.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




