Gudang di Etiopia Dijarah, PBB Hentikan Bantuan Makanan
Jumat, 10 Desember 2021 | 08:36 WIB
Roma, Beritasatu.com- Program Pangan Dunia (WFP) telah menangguhkan distribusi bantuan makanan di dua kota utara Etiopia setelah orang-orang bersenjata menjarah gudang-gudangnya.
Seperti dilaporkan BBC, Kamis (9/12/2021), penjarah dari pasukan pemberontak Tigray menahan staf bantuan di bawah todongan senjata di kota Kombolcha. Mereka menjarah persediaan makanan penting dalam jumlah besar, termasuk beberapa untuk anak-anak yang kekurangan gizi.
Etiopia Utara menghadapi kelaparan massal di tengah perang saudara yang sedang berlangsung antara Tigrayan dan pasukan pemerintah.
"Setelah lebih dari satu tahun pertempuran, lebih dari sembilan juta orang membutuhkan pasokan makanan penting di wilayah Tigray, Amhara dan Afar," kata PBB.
Seorang juru bicara PBB, yang menjalankan WFP, mengatakan stafnya di sana telah menghadapi "intimidasi ekstrem" selama berhari-hari penjarahan di pusat industri Kombolcha di Amhara.
"Pelecehan terhadap staf kemanusiaan oleh angkatan bersenjata seperti itu tidak dapat diterima. Itu merusak kemampuan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan semua mitra kemanusiaan kami untuk memberikan bantuan ketika itu paling dibutuhkan," katanya.
Juru bicara itu juga menuduh personel militer mengomandoi tiga truk kemanusiaan WFP dan menggunakannya untuk tujuan mereka sendiri.
Hal itu menyebabkan keputusan untuk menghentikan distribusi makanan di Kombolcha dan Dessie di dekatnya, dua kota strategis di Amhara yang terletak di jalan menuju ibu kota Addis Ababa. Pemberontak Tigray belum mengomentari tuduhan bahwa pejuang mereka mencuri bantuan makanan.
Pemerintah Etiopia baru-baru ini mengumumkan bahwa mereka telah merebut kembali kota-kota dari pemberontak Tigray. Namun pemberontak mengatakan tentara hanya menemukan kembali daerah-daerah yang telah mereka tinggalkan.
Pemerintah juga telah merebut kembali kendali atas Lalibela, satu situs warisan dunia UNESCO yang terkenal dengan gereja-gereja pahatan batu abad ke-13. Kepada kantor berita AFP, penduduk mengatakan bank, kantor pemerintah, bandara dan rumah sakit telah dijarah oleh pemberontak.
"Para dokter mengatur agar obat-obatan dibawa dengan keledai dari kota terdekat untuk merawat pasien dengan kondisi kronis seperti HIV dan TBC," kata penduduk setempat.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




