ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kelompok Bantuan Internasional Hentikan Operasional di Tigray

Senin, 10 Januari 2022 | 12:24 WIB
UW
UW
Penulis: Unggul Wirawan | Editor: WIR
Sekelompok jemaat muda berdiri di samping tangki air saat diisi di salah satu situs kamp  jemaat saat malam perayaan Genna, Natal Ortodoks Etiopia, di Lalibela, rumah bagi situs warisan dunia UNESCO di Amhara utara wilayah yang berbatasan dengan wilayah utara Tigray, pada Kamis 6 Januari 2022, karena kota itu telah kehilangan pasokan listrik dan air selama lima bulan terakhir.
Sekelompok jemaat muda berdiri di samping tangki air saat diisi di salah satu situs kamp jemaat saat malam perayaan Genna, Natal Ortodoks Etiopia, di Lalibela, rumah bagi situs warisan dunia UNESCO di Amhara utara wilayah yang berbatasan dengan wilayah utara Tigray, pada Kamis 6 Januari 2022, karena kota itu telah kehilangan pasokan listrik dan air selama lima bulan terakhir. (AFP/Eduardo Soteras)

Adis Ababa, Beritasatu.com- Badan-badan bantuan internasional telah menangguhkan operasional di sebagian wilayah Tigray, Etiopia. Seperti dilaporkan Al Jazeera, Minggu (9/1/2022), penangguhan dilakukan setelah serangan udara mematikan di kamp bagi orang-orang yang terlantar akibat perang.

Pada Minggu (10/1), Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) bahwa serangan di kota Dedebit di barat laut Tigray telah menyebabkan sejumlah korban sipil termasuk kematian.

"Mitra kemanusiaan menangguhkan kegiatan di daerah itu karena ancaman serangan pesawat tak berawak yang sedang berlangsung," katanya.

Baca Juga: Dikepung Pemberontak Tigray, PM Etiopia Desak Rakyat Berkorban

ADVERTISEMENT

Pekerja bantuan dan Front Pembebasan Rakyat Tigray (TPLF) mengatakan pada hari Sabtu bahwa serangan itu telah menewaskan 56 orang. Tidak mungkin untuk memverifikasi klaim secara independen karena akses ke Tigray yang dilanda perang dibatasi dan tetap di bawah pemadaman komunikasi.

Konflik meletus pada November 2020 antara pemerintah federal dan TPLF, yang mendominasi politik Etiopia selama hampir 30 tahun sebelum Perdana Menteri Abiy Ahmed berkuasa pada 2018.

Wilayah Tigray adalah salah satu dari 10 negara bagian federal semi-otonom yang diatur menurut garis etnis di Etiopia. Sebagian besar wilayah merupakan rumah bagi orang-orang Tigray yang membentuk sekitar 6% dari populasi Etiopia yang berjumlah lebih dari 110 juta jiwa.

Baca Juga: Pemerintah Etiopia Tuduh Pemberontak Tigray Bunuh 100 Orang di Kombolcha

Serangan udara itu terjadi beberapa jam setelah pemerintah Ethiopia pada hari Jumat mengumumkan amnesti bagi beberapa pejabat senior dari TPLF dan para pemimpin oposisi terkemuka lainnya dalam upaya untuk mendorong "rekonsiliasi nasional".

OCHA menyatakan kurangnya pasokan penting, terutama pasokan medis dan bahan bakar, sangat mengganggu respons terhadap yang terluka, dan [telah] menyebabkan kehancuran total sistem kesehatan di Tigray.

"Intensifikasi serangan udara mengkhawatirkan, dan kami sekali lagi mengingatkan semua pihak yang berkonflik untuk menghormati kewajiban mereka di bawah hukum humaniter internasional," katanya.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon