ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Januari, 108 Warga Sipil di Tigray Tewas

Minggu, 16 Januari 2022 | 08:29 WIB
UW
UW
Penulis: Unggul Wirawan | Editor: WIR
Pejuang milisi Amhara Fano berjalan di terminal yang dijarah di bandara Lalibela di Lalibela, Etiopia pada Selasa 7 Desember 2021.
Pejuang milisi Amhara Fano berjalan di terminal yang dijarah di bandara Lalibela di Lalibela, Etiopia pada Selasa 7 Desember 2021. (AFP/Solan Kolli)

Jenewa, Beritasatu.com- Sedikitnya 108 warga sipil tewas sejak Tahun Baru dalam serangkaian serangan udara di wilayah Tigray utara yang dilanda perang di Etiopia. Seperti dilaporkan AFP, Sabtu (15/1/2022), data itu diungkap Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

PBB juga memperingatkan bencana kemanusiaan yang mengancam di kawasan itu, dengan operasi distribusi makanannya di ambang terhenti.

"Seruan saya kepada para pihak: hentikan pertempuran dalam segala bentuknya. Semua orang yang membutuhkan bantuan kemanusiaan harus menerimanya secepat mungkin. Sudah waktunya untuk memulai dialog dan rekonsiliasi," ujar Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres di Twitter.

Baca Juga: Kelompok Bantuan Internasional Hentikan Operasional di Tigray

ADVERTISEMENT

Kantor hak asasi manusia PBB mendesak pihak berwenang Etiopia untuk memastikan perlindungan warga sipil. Kantor HAM menyatakan serangan yang tidak proporsional yang mengenai sasaran non-militer dapat dianggap sebagai kejahatan perang.

Etiopia Utara telah dilanda konflik sejak November 2020 ketika Perdana Menteri Abiy Ahmed mengirim pasukan ke Tigray setelah menuduh partai yang berkuasa di kawasan itu, Front Pembebasan Rakyat Tigray (TPLF), melakukan serangan terhadap kamp-kamp tentara federal.

"Kami khawatir dengan banyak laporan yang sangat mengganggu yang terus kami terima mengenai korban sipil dan penghancuran objek sipil akibat serangan udara di wilayah Tigray Etiopia," kata juru bicara kantor hak asasi manusia Liz Throssell kepada wartawan di Jenewa.

Baca Juga: PBB Perintahkan Investigasi Pelanggaran HAM di Etiopia

"Setidaknya 108 warga sipil dilaporkan tewas dan 75 lainnya terluka sejak tahun ini dimulai, akibat serangan udara yang diduga dilakukan oleh angkatan udara Etiopia," tambahnya.

Throssell merinci serangkaian serangan udara, termasuk serangan 7 Januari di kamp Dedebit untuk pengungsi internal, yang menewaskan sedikitnya 56 orang tewas dan 30 lainnya luka-luka, tiga di antaranya kemudian meninggal di rumah sakit.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon