ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Menhub: Kelanjutan MoU FIR Butuh Dukungan Semua Pihak

Kamis, 3 Februari 2022 | 18:15 WIB
LT
CP
Penulis: Lenny Tristia Tambun | Editor: PAAT
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kanan) dan Menteri Transportasi Singapura S Iswaran (kiri) memperlihatkan perjanjian penyesuaian pelayanan ruang udara atau Flight Information Region (FIR) di wilayah udara Kepulauan Riau dan Natuna yang ditandatangani, di Pulau Bintan, Kepulauan Riau, Selasa (25/1/2022). Penandatanganan tersebut disaksikan Presiden Joko Widodo dan PM Singapura Lee Hsien Loong. Melalui perjanjian tersebut, pengelolaan ruang udara di Natuna yang sebelumnya dilakukan otoritas Singapura, diambil alih Indonesia.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kanan) dan Menteri Transportasi Singapura S Iswaran (kiri) memperlihatkan perjanjian penyesuaian pelayanan ruang udara atau Flight Information Region (FIR) di wilayah udara Kepulauan Riau dan Natuna yang ditandatangani, di Pulau Bintan, Kepulauan Riau, Selasa (25/1/2022). Penandatanganan tersebut disaksikan Presiden Joko Widodo dan PM Singapura Lee Hsien Loong. Melalui perjanjian tersebut, pengelolaan ruang udara di Natuna yang sebelumnya dilakukan otoritas Singapura, diambil alih Indonesia. (Biro Pers dan Media Istana Kepresidenan/Biro Pers dan Media Istana Kepresidenan)

Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menegaskan kelanjutan memorandum of understanding (MoU) atau nota kesepahaman terkait perjanjian flight information region (FIR) atau penataan ruang udara antara RI-Singapura, membutukan dukungan seluruh pihak. Budi menyatakan pemerintah sangat terbuka dengan saran dan masukan yang konstruktif.

"Kelanjutan dari MoU FIR ini membutuhkan dukungan semua pihak. Oleh karenanya, pemerintah sangat terbuka terhadap masukan dan saran yang konstruktif," kata Budi Karya Sumadi ketika membuka acara webinar bertajuk "Kupas Tuntas FIR Singapura" secara virtual, Kamis (3/2/2022).

Menurutnya, pemerintah berkepentingan untuk menjaga aspek keselamatan penerbangan dan kepatuhan terhadap standar internasional. Hal tersebut, lanjut Budi, selama ini sudah menjadi prioritas utama pemerintah.

Baca Juga: Chappy Hakim: FIR Masalah Pelik, Akhiri Polemik dengan Otak Bukan Otot

ADVERTISEMENT

"Telah terbukti berhasil membawa Indonesia lepas dari daftar hitam penerbangan dari Uni Eropa dan Amerika Serikat," ujar Budi.

Budi berharap webinar dapat bermanfaat untuk mendapatkan masukan dari para akademisi dan praktisi dalam menindaklanjuti penandatangan perjanjian penyesuaian FIR Indonesia-Singapura.

Dalam kesempatan tersebut, Budi menegaskan apa pun polemik yang terjadi saat ini, perjanjian baru pengambilalihan FIR Singapura ke Indonesia di wilayah Bintan dan Natuna telah menjadi catatan sejarah yang harus disyukuri.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon