ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kemenhub Jelaskan Alasan Singapura Masih Kelola Ruang Udara Natuna

Jumat, 4 Februari 2022 | 22:41 WIB
YP
FS
Penulis: Yustinus Patris Paat | Editor: FFS
Kementerian Perhubungan
Kementerian Perhubungan (Kementerian Perhubungan)

Jakarta, Beritasatu.com - Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Novie Riyanto menjelaskan alasan Singapura masih mengelola pelayanan ruang udara atau flight information region (FIR) di Natuna dan Kepulauan Riau. Alasan utamanya, kata Novie adalah keselamatan penerbangan, bukan persoalan kedaulatan.

"Alasan utama untuk keselamatan penerbangan. Artinya ini tidak ada hubungannya dengan kedaulatan," kata Novie dalam acara media briefing secara virtual bersama para pemimpin redaksi media, Jumat (4/2/2022).

Baca Juga: Perjanjian FIR Indonesia-Singapura Perkuat Kedaulatan Udara Nasional

Diketahui, dalam pengelolaan FIR yang disepakati, seluas 249.575 kilometer persegi wilayah udara di atas Natuna dan Kepulauan Riau akan dikelola oleh FIR Jakarta. Namun di ketinggian 0-37.000 kaki masih akan didelegasikan pengelolaannya oleh FIR Singapura.

ADVERTISEMENT

Novie mengatakan, secara teknis, pengelolaan FIR tidak bisa diambil semua oleh Indonesia termasuk aerodrome control atau batasan pesawat mendarat di Singapura. Jika Indonesia mengambil semua pengelolaan ruang udara tersebut, kata dia, bisa membahayakan keselamatan penerbangan karena pengelolaannya terfragmentasi.

"Secara safety itu harus mengakomodasi traffic inbound maupun outbond (jalur keluar masuk). Singapura ini padat ya lalu lintasnya, untuk sebelum Covid-19 itu sekitar 60 movement per jam. Jadi, banyak sekali pesawat yang lewat di situ dan tidak bisa difragmentasi," ungkap Novie.

Baca Juga: Kemenhub Beberkan 8 Manfaat Penting Perjanjian FIR bagi Indonesia

Lebih lanjut, Novie mengakui pembahasan mengenai FIR ini berlangsung cukup alot dengan Singapura. Bahkan, katanya, Indonesia dan Singapura berdebat berpuluh-puluh kali untuk menentukan luas dan tingginya area pendelegasian ini.

"Ini berdebat puluhan kali dengan Singapura, seberapa sih luasnya? seberapa sih tinggi? Kita berdebat cukup panjang sehingga disepakati area yang sebagaimana didelegasikan, yaitu ketinggian 37.000, di luar itu adalah semuanya adalah kedaulatan kita dan kita semua yang melayani, tidak ada yang dilayani oleh Singapura," tegas Novie.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon