Pengepungan di Mariupol Berlanjut, Banyak Mayat di Jalan
Sabtu, 12 Maret 2022 | 17:55 WIB
Mariupol, Beritasatu.com – Kekhawatiran meningkat atas kota pelabuhan selatan Mariupol yang terkepung, di mana para pejabat mengatakan lebih dari 1.500 orang telah tewas. Yulia, seorang guru berusia 29 tahun yang melarikan diri dari Mariupol mengatakan, serangan di sana tidak berhenti, dan banyak mayat di jalan.
"Ada banyak mayat di jalan dan tidak ada yang menguburnya," katanya kepada AFP.
Lebih dari dua minggu setelah Moskwa mengejutkan dunia dengan menginvasi Ukraina, PBB dan lainnya mengatakan, Rusia mungkin melakukan kejahatan perang di kota-kota seperti Mariupol, yang selama berhari-hari diserang oleh pasukan Vladimir Putin.
Baca Juga: Dibombardir Pasukan Rusia, Kota Mariupol Tanpa Air dan Listrik
Para penyintas berusaha melarikan diri dari pemboman Rusia di kota beku yang dibiarkan tanpa air atau pemanas dan kehabisan makanan. Situasinya "putus asa," kata seorang pejabat Doctors Without Borders.
"Pengepungan adalah praktik abad pertengahan yang dilarang oleh aturan perang modern untuk alasan yang baik," kata Stephen Cornish, salah satu dari pemimpin operasi badan amal medis Ukraina, kepada AFP dalam sebuah wawancara.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan, mereka berusaha mengatur evakuasi dari kota-kota yang terkepung tetapi pasukan Rusia mengganggu upaya tersebut.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




