ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Australia Larang Ekspor Alumina ke Rusia

Minggu, 20 Maret 2022 | 23:27 WIB
UW
UW
Penulis: Unggul Wirawan | Editor: WIR
Scott Morrison
Scott Morrison (AFP/Dokumentasi)

Canberra, Beritasatu.com- Australia telah memperluas sanksinya terhadap Rusia atas perang di Ukraina. Seperti dilaporkan Al Jazeera, Minggu (20/3/2022), Australia melarang semua ekspor alumina dan bauksit dalam upaya untuk membatasi kapasitas Moskwa untuk memproduksi aluminium.

Mengumumkan larangan ekspor pada Minggu, pemerintah Australia menyatakan Rusia bergantung pada Australia untuk hampir 20 persen dari kebutuhan alumina dan bahwa langkah tersebut akan memengaruhi produksi aluminium Rusia. Aluminium adalah ekspor penting bagi Rusia.

Larangan ekspor Australia datang hanya beberapa hari setelah Canberra memberikan sanksi kepada oligarki Oleg Deripaska, yang memiliki saham di Queensland Alumina Limited – perusahaan patungan antara perusahaan aluminium Rusia Rusal dan raksasa pertambangan Rio Tinto. Perusahaan Rio Tinto telah berjanji untuk memutuskan semua hubungan bisnis dengan Rusia.

Baca Juga: Australia Ancam Sanksi Tiongkok Jika Dukung Rusia

ADVERTISEMENT

Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengatakan pemerintahnya bekerja dengan mitra untuk "memberikan biaya maksimum, tekanan maksimum pada rezim Putin untuk menarik diri dari Ukraina".

Morrison mengatakan Australia telah menjatuhkan 476 sanksi terhadap individu dan institusi Rusia sejak invasi dimulai. Dia juga mengumumkan Australia akan menyumbangkan 70.000 ton batubara termal ke Ukraina, mengikuti permintaan dari negara yang terkepung.

"Kami memahami bahwa itu dapat memberi daya hingga satu juta rumah," katanya.

Baca Juga: Australia Kirim Rudal Anti-Tank ke Ukraina

Selain itu, Australia akan meningkatkan bantuan kemanusiaannya dengan tambahan 30 juta dolar Australia (US$ 22,3 juta atau Rp 319 miliar), dan akan menyumbangkan 21 juta dolar Australia (US$ 15,6 juta atau Rp 223 miliar) lebih lanjut dalam bantuan militer defensif ke Ukraina, termasuk amunisi dan pelindung tubuh.

"Dalam beberapa pekan terakhir, pemerintah telah menyetujui hampir 5.000 visa dari warga Ukraina yang terlantar akibat konflik," tambahnya.

Morrison mengumumkan bahwa pengungsi Ukraina akan memenuhi syarat untuk visa kemanusiaan tiga tahun baru, yang memungkinkan mereka untuk bekerja, belajar dan mengakses sistem kesehatan negara.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Masuk secara Ilegal, 10 WN Banglades Terlibat Kasus Penyekapan di Bali

Masuk secara Ilegal, 10 WN Banglades Terlibat Kasus Penyekapan di Bali

BALI
Australia Mulai Kurangi Insentif Pajak Mobil Listrik

Australia Mulai Kurangi Insentif Pajak Mobil Listrik

OTOTEKNO
Bahan Premium Australia Jadi Sorotan pada Event Kuliner Jakarta

Bahan Premium Australia Jadi Sorotan pada Event Kuliner Jakarta

LIFESTYLE
Australia Perpanjang Kebijakan BBM Imbas Gangguan Pasokan Global

Australia Perpanjang Kebijakan BBM Imbas Gangguan Pasokan Global

EKONOMI
Kronologi Anthony Albanese Dicemooh dan Diusir dari Masjid Lakemba

Kronologi Anthony Albanese Dicemooh dan Diusir dari Masjid Lakemba

INTERNASIONAL
Konflik Timur Tengah Picu Kelangkaan BBM di Australia

Konflik Timur Tengah Picu Kelangkaan BBM di Australia

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon