Australia Mulai Kurangi Insentif Pajak Mobil Listrik
Senin, 4 Mei 2026 | 22:17 WIB
Sydney, Beritasatu.com – Pemerintah Australia akan mengurangi insentif pajak untuk kendaraan listrik secara bertahap mulai 2027, dengan potensi penghematan anggaran mencapai US$ 1,7 miliar dalam empat tahun.
Kebijakan ini menyasar pembebasan pajak fringe benefits tax (FBT) yang selama ini dinikmati kendaraan listrik. Meski demikian, pemerintah tidak sepenuhnya menghapus insentif tersebut, meskipun popularitasnya membuat beban anggaran melonjak lebih dari 10 kali lipat dibandingkan proyeksi awal sebesar US$ 90 juta untuk tahun ini.
Mulai April 2027, pembebasan pajak tetap berlaku untuk kendaraan listrik dengan harga di bawah US$ 75.000. Sementara itu, kendaraan dengan harga di atas batas tersebut akan dikenakan pajak sebesar 75% dari tarif FBT normal.
Selanjutnya, mulai April 2029, seluruh kendaraan listrik akan dikenakan tarif FBT sebesar 75% dari tarif normal. Namun, kendaraan listrik kategori mewah, yakni dengan harga di atas US$ 91.387, tetap dikenakan pajak penuh, termasuk kendaraan listrik bekas yang diproduksi sebelum Juli 2022.
Kebijakan ini membuat kendaraan listrik akan mulai dikenakan pajak hingga ribuan dolar per tahun mulai 2029, bahkan sebagian sudah berlaku sejak 2027.
Sebagai ilustrasi, mobil berbahan bakar bensin seharga US$ 50.000 yang dibeli melalui skema novated lease dapat dikenakan FBT sekitar US$ 9.800 per tahun sebelum potongan lain seperti biaya bahan bakar.
Sebaliknya, kendaraan listrik dengan harga yang sama sebelumnya tidak dikenakan FBT, tetapi mulai 2029 berpotensi dikenakan pajak sekitar US$ 7.300 per tahun dengan metode perhitungan serupa.
Namun, kontrak sewa yang telah disepakati tetap berlaku hingga masa berakhir. Artinya, konsumen yang membeli kendaraan listrik melalui skema sewa sebelum aturan baru diterapkan masih dapat menikmati pembebasan FBT hingga pertengahan 2030-an.
FBT merupakan pajak yang dibayarkan pemberi kerja atas tunjangan kepada karyawan, seperti kendaraan, laptop, atau fasilitas lain melalui program pemotongan gaji. Pajak ini umumnya kemudian dibebankan kembali kepada karyawan.
Selama ini, pembebasan FBT untuk kendaraan listrik membuat skema novated lease menjadi salah satu cara populer untuk memiliki kendaraan listrik. Skema ini membantu menekan biaya awal yang tinggi serta memberikan potensi penghematan pajak penghasilan dibandingkan pembelian langsung.
Data terbaru menunjukkan lebih dari 20% penjualan mobil baru bulan lalu berasal dari kendaraan listrik atau plug-in hybrid. Bahkan, sekitar setengah penjualan kendaraan listrik diperkirakan menggunakan skema novated lease.
Seiring semakin matangnya pasar dan hadirnya pilihan kendaraan listrik yang lebih terjangkau, pemerintah mulai mengarahkan insentif pajak pada segmen harga yang lebih rendah guna menjaga efektivitas kebijakan.
Meski demikian, meningkatnya minat terhadap kendaraan listrik di tengah krisis energi global membuat pemerintah belum sepenuhnya menghapus insentif tersebut.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




