Laba CATL Lampaui Gabungan BYD, Geely, dan Chery
Sabtu, 20 Juni 2026 | 14:33 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Dominasi CATL dalam industri kendaraan listrik (EV) China semakin sulit ditandingi. Pada kuartal I 2026, produsen baterai terbesar di dunia itu membukukan laba bersih yang bahkan melampaui gabungan keuntungan sejumlah raksasa otomotif China, termasuk BYD, Geely, dan Chery.
Berdasarkan laporan Sina Auto, dikutip Sabtu (20/6/202), laba bersih CATL yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham mencapai 20,7 miliar yuan atau sekitar US$ 3,06 miliar sepanjang Januari-Maret 2026.
Kinerja tersebut mengungguli total laba tujuh produsen mobil besar China, yakni Chery, Geely, BYD, SAIC Motor, Great Wall Motor (GWM), Seres, dan Changan, yang secara kolektif membukukan laba sekitar 17,5 miliar yuan atau US$ 2,59 miliar pada periode yang sama.
Data China EV DataTracker menunjukkan pemasangan baterai CATL di pasar domestik China mencapai 59,52 GWh pada kuartal I 2026. Angka tersebut memberikan pangsa pasar sebesar 46,4%, meningkat 3,47% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pencapaian itu diraih di tengah perlambatan penjualan kendaraan listrik di China akibat berkurangnya insentif dan subsidi pemerintah.
Dari sisi pendapatan, CATL mencatatkan omzet sebesar 129,13 miliar yuan atau sekitar US$ 17,9 miliar pada kuartal pertama tahun ini. Nilai tersebut lebih besar dibandingkan total pendapatan sepanjang 2025 yang dibukukan tiga produsen mobil listrik China, yakni Li Auto, Nio, dan Xpeng jika digabungkan.
Berikut perbandingan laba bersih kuartal I 2026:
- CATL: 20,7 miliar yuan
- Chery: 4,17 miliar yuan
- Geely: 4,16 miliar yuan
- BYD: 4,08 miliar yuan
- SAIC Motor: 3,02 miliar yuan
- GWM: 945 juta yuan
- Seres: 754 juta yuan
- Changan: 351 juta yuan
Besarnya keuntungan CATL menunjukkan betapa strategisnya posisi perusahaan dalam rantai pasok industri kendaraan listrik China. Mayoritas produsen mobil listrik di negara tersebut masih mengandalkan baterai buatan CATL sebagai sumber energi utama kendaraan mereka.
Selain memasok baterai, CATL juga menjalin berbagai kerja sama strategis dengan sejumlah produsen mobil, termasuk Geely dan SAIC. Perusahaan yang berbasis di Ningde tersebut juga terus memperluas jaringan infrastruktur penukaran baterai (battery swap) di China.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




