Honda Jual 3.000 Mobil Listrik Buatan China di Jepang
Sabtu, 18 April 2026 | 13:44 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Honda berencana memasarkan mobil listrik baru di Jepang dengan nama Honda Insight. Model ini berbasis produksi di China, hasil kerja sama dengan Dongfeng. Target penjualannya pun terbatas, hanya sekitar 3.000 unit di seluruh negeri.
Melansir Carscoops, Sabtu (18/4/2026), model ini sebelumnya dikenal sebagai e:NS2, sebelum akhirnya diubah namanya menjadi Insight untuk pasar Jepang. Kendaraan ini dibangun menggunakan platform e:N Architecture F dan dilengkapi baterai CATL berkapasitas 68,8 kWh.
Dengan spesifikasi tersebut, mobil ini diklaim mampu menempuh jarak hingga sekitar 500 kilometer dalam sekali pengisian daya. Hal itu juga menjadikannya cukup kompetitif di kelasnya.
Dari sisi harga, Insight listrik ini dibanderol sekitar 5,5 juta yen atau setara US$ 34.500. Namun, setelah mendapatkan subsidi pemerintah sebesar 1,3 juta yen, harga efektifnya turun menjadi sekitar 4,2 juta yen atau US$ 26.350.
Namun, Honda tidak menargetkan volume besar karena pasar kendaraan listrik di Jepang masih tergolong kecil, dengan kontribusi kurang dari 2% terhadap total penjualan mobil baru secara nasional.
Seorang manajer perencanaan produk Honda menyebut bahwa target penjualan telah disesuaikan dengan profil konsumen serta pangsa pasar di segmen tersebut.
“Kami menetapkan volume penjualan terbatas berdasarkan jumlah pelanggan sasaran dan pangsa pasar Honda di segmen tersebut,” ujarnya.
Dari sisi fitur, mobil ini dilengkapi berbagai teknologi modern, seperti head-up display, sistem audio Bose 12 speaker, layar infotainment besar, serta kursi dan setir berpemanas yang sesuai untuk kondisi musim dingin di Jepang.
Honda juga menyediakan beberapa pilihan warna eksterior serta opsi interior hitam dan putih, guna memberikan variasi bagi konsumen.
Langkah ini menunjukkan strategi Honda dalam memanfaatkan kolaborasi global untuk mempercepat pengembangan kendaraan listrik, meski tantangan adopsi mobil listrik di pasar domestik Jepang masih cukup besar.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




