Saat Secangkir Kopi Lebih Mahal dari Biaya Jalan Sepekan iCAR V23
Jumat, 19 Juni 2026 | 15:55 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi belakangan ini kian mencekik dompet para pemilik kendaraan di Indonesia. Dengan harga bensin berkualitas tinggi yang kini telah menetap di angka Rp 16.000 hingga lebih dari Rp 17.000 per liter, pengeluaran untuk mobilitas harian kini menjadi beban rutin yang sangat berat bagi anggaran rumah tangga.
Kondisi dilematis ini tentu memaksa masyarakat untuk mulai berpikir realistis dan membandingkan total biaya kepemilikan (total cost of ownership) kendaraan konvensional mereka dengan alternatif masa depan, seperti kendaraan listrik iCAR V23.
Harga beli awal memang kerap menjadi faktor utama yang dipertimbangkan konsumen saat memilih kendaraan baru. Namun di tengah situasi tingginya harga bahan bakar saat ini, biaya operasional sehari-hari justru memegang peran jauh lebih besar dalam menentukan efisiensi jangka panjang.
Di sinilah iCAR V23 hadir sebagai salah satu pilihan SUV listrik terbaru yang menawarkan efisiensi biaya penggunaan dibandingkan mobil bermesin bensin konvensional.
Selain mengusung desain boxy yang khas dan ikonik, kendaraan ini terbukti mampu menekan pengeluaran rutin untuk kebutuhan energi harian secara ekstrem. Jika dihitung rata-rata, pengeluaran energi mingguan mobil listrik ini hanya berkisar Rp 38.000 saja. Bayangkan, angka tersebut bahkan lebih murah daripada harga segelas Café Latte ukuran standar di toko kopi ternamaStarbucks yang kini berada di kisaran Rp 52.000 hingga Rp 58.000.

Bahkan jika Anda sering membeli es kopi susu di convenience store seperti FamilyMart seharga Rp 18.500 per cup, biaya operasional mingguan iCAR V23 hanya setara dengan dua gelas kopi saja.
Dalam konteks mobilitas urban, iCAR V23 diklaim menawarkan biaya operasional yang lebih rendah dibandingkan mobil bensin untuk penggunaan harian. Bagi kaum urban dengan mobilitas rata-rata, dengan penggunaan 30 km per hari, biaya charging iCAR V23 diperkirakan hanya sekitar Rp 153.000 per bulan, dibandingkan sekitar Rp 1,2 juta per bulan untuk biaya bahan bakar mobil bensin.
Perbedaan angka yang mencolok ini secara otomatis membuka peluang penghematan bagi pemiliknya. Dalam periode satu bulan saja, pengguna dapat menghemat sekitar Rp 1,06 juta, yang jika diakumulasikan selama satu tahun, total dana yang bisa dialokasikan ke pos keuangan lain mencapai sekitar Rp 12,8 juta.
Keuntungan finansial dari SUV listrik bergaya taktis ini kian terasa saat memasuki masa kepemilikan jangka panjang. Jika kita memproyeksikan penggunaan kendaraan sejauh 30 km per hari selama lima tahun, biaya bahan bakar mobil bensin konvensional diperkirakan akan menyedot anggaran hingga Rp 73,12 juta.

Sementara, dengan jarak tempuh yang sama, biaya pengisian daya iCAR V23 terbukti jauh lebih efisien karena hanya menghabiskan anggaran sekitar Rp9,18 juta. Artinya, dengan beralih ke iCAR V23, pengguna berpotensi mengamankan penghematan bersih hingga Rp63,9 juta dalam kurun waktu lima tahun.
Menariknya, iCAR V23 tidak hanya menjual efisiensi angka di atas kertas. Model ini dirancang dengan siluet kotak tangguh bergaya off-road, memberikan karakter yang kuat, serbaguna, dan tampil beda dari kebanyakan kendaraan listrik konvensional yang beredar di pasaran saat ini.
Aspek fungsionalitasnya kian lengkap karena SUV listrik yang berorientasi pada gaya hidup dan hobi ini membuka peluang personalisasi yang luas melalui berbagai opsi kustomisasi. Pengguna diberikan fleksibilitas penuh untuk menyesuaikan tampilan kendaraan sesuai dengan selera estetika maupun kebutuhan petualangan mereka, baik untuk mobilitas harian maupun aktivitas rekreasi di akhir pekan.
Dengan seluruh keunggulan yang ditawarkan, perpaduan desain SUV boxy yang ikonik, potensi kustomisasi, dan efisiensi biaya menjadikan iCAR V23 pilihan menarik bagi konsumen yang mencari kendaraan listrik untuk mobilitas sehari-hari. Lewat biaya penggunaan yang jauh lebih rendah daripada mobil bensin, SUV listrik ini menawarkan nilai tambah (value for money) nyata yang dapat dirasakan sepanjang masa kepemilikan kendaraan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Revitalisasi Alun-alun Kota Serang Ditargetkan Rampung Desember 2026




