Keluarga Presiden Suriah Bashar al Assad Sembunyikan Aset Rp 29 Triliun
Minggu, 1 Mei 2022 | 08:30 WIB
Washington, Beritasatu.com- Keluarga Presiden Suriah Bashar al-Assad menyembunyikan aset bernilai US$1 miliar hingga US$2 miliar (Rp 29 triliun). Menurut Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS), jumlah aset sebesar itu dapat dikumpulkan meskipun Assad diisolasi atas perang sipil yang brutal di Suriah.
Seperti dilaporkan AFP, Jumat (29/4/2022), hal itu terungkal dalam satu laporan Deplu AS yang diminta oleh Kongres. Deplu menyatakan hanya dapat memberikan "perkiraan yang tidak tepat" dengan dugaan Assad memiliki aset dengan nama fiktif atau melalui transaksi properti yang tidak jelas.
"Perkiraan berdasarkan informasi sumber terbuka umumnya menempatkan kekayaan bersih keluarga Assad di antara US$1-2 miliar," kata bagian laporan yang dirilis secara publik, beberapa di antaranya diklasifikasikan.
Baca Juga: Presiden Suriah Puji Invasi Rusia di Ukraina
Mengutip laporan media dan non-pemerintah, Deplu AS menyatakan bahwa Assad menjalankan sistem patronase yang kompleks termasuk perusahaan cangkang dan fasad perusahaan yang berfungsi sebagai alat bagi rezim untuk mengakses sumber daya keuangan.
Perkiraan tersebut termasuk istri presiden, saudara laki-laki, saudara perempuan, sepupu dan paman, yang sebagian besar berada di bawah sanksi AS.
Deplu AS menyatakan tidak memiliki informasi yang cukup tentang kekayaan bersih tiga anak presiden Assad dan yang termuda masih berusia 17 tahun.
Baca Juga: Presiden Suriah Hapus Jabatan Imam Besar
Kongres AS telah memimpin sanksi yang bertujuan untuk mencegah kembali ke bisnis seperti biasa dengan Assad. Presiden Suriah itu telah mendapatkan kembali kendali atas sebagian besar wwilayah Suriah setelah satu dekade perang diperkirakan telah menewaskan hampir setengah juta orang.
Amerika Serikat telah menyerukan akuntabilitas setelah keprihatinan luas tentang hak asasi manusia.
Tetapi sebagian besar wilayah tersebut terus bergerak, dengan Assad pada bulan Maret mengunjungi Uni Emirat Arab dalam kunjungan resmi pertamanya ke satu negara Arab sejak perang pecah.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




