ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

G-7 Akan Lawan "Perang Gandum" Rusia

Minggu, 15 Mei 2022 | 14:02 WIB
FB
FB
Penulis: Faisal Maliki Baskoro | Editor: FMB
Panen gabungan mengambil gandum di ladang dekat desa Krasne di daerah Chernihiv, 120 km ke utara dari Kyiv, Ukraina pada 5 Juli 2019. 
Panen gabungan mengambil gandum di ladang dekat desa Krasne di daerah Chernihiv, 120 km ke utara dari Kyiv, Ukraina pada 5 Juli 2019.  (AFP/FAO/Anatolii Stepanov )

Berlin, Beritasatu.com - Para menteri luar negeri dari negara-negara industri maju G-7 berjanji untuk memperkuat isolasi ekonomi dan politik terhadap Rusia, terus memasok senjata ke Ukraina, dan memerangi "perang gandum" yang dilancarkan oleh Moskow.

Setelah bertemu di perkebunan kastil berusia 400 tahun di resor Laut Baltik Weissenhaus, Sabtu (14/5/2022), diplomat senior dari Inggris, Kanada, Jerman, Prancis, Italia, Jepang, Amerika Serikat, dan Uni Eropa juga berjanji untuk melanjutkan bantuan militer dan pertahanan mereka "selama diperlukan."

Dalam pernyataan bersama, G-7 juga akan mengatasi "perang gandum" atau misinformasi Rusia yang bertujuan menyalahkan Barat atas masalah pasokan makanan di seluruh dunia karena sanksi ekonomi terhadap Moskow dan mendesak Tiongkok untuk tidak membantu Moskow atau membenarkan perang Rusia.

"Apakah kita sudah cukup berbuat untuk mengurangi konsekuensi dari perang ini? Ini bukan perang kita. Perang ini dimulai Presiden Rusia, tetapi kami memiliki tanggung jawab global," kata Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baerbock kepada wartawan pada konferensi pers penutupan, Sabtu.

ADVERTISEMENT

Baca Juga: G-7 Bersumpah Tidak Akan Biarkan Rusia Menang

Cara menekan Rusia adalah dengan melarang atau menghentikan pembelian minyak Rusia dengan negara-negara anggota Uni Eropa. Kesepakatan embargo ini diperkirakan tercapai minggu depan bahkan jika ditentang oleh Hongaria.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

G-7 Bakal Kawal Kapal di Timur Tengah

G-7 Bakal Kawal Kapal di Timur Tengah

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon