ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Singapura Sebut UAS Sebarkan Ajaran Ekstremis dan Segregasi

Rabu, 18 Mei 2022 | 08:31 WIB
SL
SL
Penulis: Surya Lesmana | Editor: LES
Ustaz Abdul Somad.
Ustaz Abdul Somad. (Antara)

Singapura, Beritasatu.com – Kementerian Dalam Negeri Singapura menyatakan Ustaz Abdul Somad (UAS) ditolak masuk Singapura karena dikenal menyebarkan ajaran "ekstremis dan segregasi (pemisahan golongan)", yang "tidak dapat diterima di masyarakat multi-ras dan multi-agama di negara itu.

UAS yang asal Indonesia tiba di Singapura pada Senin (16/5/2022) ditolak masuk dan dipulangkan ke Batam pada hari yang sama, kata Kementerian Dalam Negeri (MHA) Selasa (17/5/2022) malam.

Enam orang yang melakukan perjalanan bersama UAS juga dilarang masuk ke Singapura. Semuanya, yang sudah tiba di Terminal Feri Tanah Merah, diangkut dengan kapal feri kembali ke Batam.

UAS telah dikenal menyebarkan ajaran "ekstremis dan segregasi (pemisahan golongan)", yang "tidak dapat diterima di masyarakat multi-ras dan multi-agama Singapura", kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan.

ADVERTISEMENT

Baca Juga: UAS Ditolak Masuk Singapura, Imigrasi: Tidak Bisa Intervensi

"Misalnya, UAS telah memberitakan bahwa bom bunuh diri adalah sah dalam konteks konflik Israel-Palestina, dan dianggap sebagai mati syahid".

"Dia juga membuat komentar yang merendahkan anggota komunitas agama lain, seperti Kristen, dengan menggambarkan salib Kristen sebagai tempat tinggal jin kafir (roh/setan)," kata MHA.

UAS juga secara terbuka menyebut non-Muslim sebagai kafir, tambah MHA.

Kementerian mengatakan bahwa setiap kasus dinilai berdasarkan bobotnya sendiri.

"Sementara UAS berusaha memasuki Singapura dengan alasan untuk kunjungan sosial, Pemerintah Singapura memandang serius setiap orang yang menganjurkan kekerasan dan/atau mendukung ajaran ekstremis dan segregasi," kata MHA.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

2 Warga Singapura Jalani Karantina karena Ancaman Virus Hanta

2 Warga Singapura Jalani Karantina karena Ancaman Virus Hanta

INTERNASIONAL
Singapura Berlakukan Hukum Cambuk, Solusi Perangi Bullying Pelajar

Singapura Berlakukan Hukum Cambuk, Solusi Perangi Bullying Pelajar

INTERNASIONAL
Penjualan Mobil Listrik di Singapura Tiba-tiba Meledak

Penjualan Mobil Listrik di Singapura Tiba-tiba Meledak

OTOTEKNO
Perkara Jilat Sedotan, Remaja Prancis Ini Terancam 2 Tahun Penjara

Perkara Jilat Sedotan, Remaja Prancis Ini Terancam 2 Tahun Penjara

INTERNASIONAL
Klaim Wayang Budaya Melayu, PM Singapura Lawrence Wong 'Dirujak' Netizen

Klaim Wayang Budaya Melayu, PM Singapura Lawrence Wong 'Dirujak' Netizen

INTERNASIONAL
Singapura Tolak Wacana Pungut Pajak di Selat Malaka

Singapura Tolak Wacana Pungut Pajak di Selat Malaka

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon