ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Lawan Junta, Pemerintah Bayangan Myanmar Minta Senjata

Rabu, 18 Mei 2022 | 16:36 WIB
SL
SL
Penulis: Surya Lesmana | Editor: LES
Foto dokumentasi pada 2 Maret 2021 memperlihatkan pengunjuk rasa bereaksi setelah gas air mata ditembakkan oleh polisi selama demonstrasi menentang kudeta militer di kota barat laut Kale. Pada 1 Februari 2022, Myanmar menandai satu tahun sejak militer Myanmar merebut kekuasaan.
Foto dokumentasi pada 2 Maret 2021 memperlihatkan pengunjuk rasa bereaksi setelah gas air mata ditembakkan oleh polisi selama demonstrasi menentang kudeta militer di kota barat laut Kale. Pada 1 Februari 2022, Myanmar menandai satu tahun sejak militer Myanmar merebut kekuasaan. (AFP/Dokumentasi)

Yangon, Beritasatu.com - Kepala pertahanan pemerintah bayangan Myanmar telah meminta bantuan internasional untuk memberi senjata ke pasukannya melawan junta militer yang berkuasa. Menurutnya, permintaan ini serupa dengan yang diberikan pihak Barat kepada Ukraina yang memerangi pasukan Rusia.

Orang-orang Ukraina dan milisi pro-demokrasi Myanmar semuanya berjuang untuk kebebasan dan memberikan hidup mereka, tetapi mereka yang melawan tentara Myanmar yang diperlengkapi dengan baik, sehingga membutuhkan lebih dari sekadar solidaritas internasional, kata Yee Mon, menteri pertahanan Pemerintah Persatuan Nasional (NUG).

"Sikap masyarakat internasional untuk Myanmar adalah dukungan moral dan kami berterima kasih untuk itu. Namun, kami akan jauh lebih menghargai jika kami mendapatkan dukungan fisik seperti senjata dan dana," katanya dalam sambutan tulisan tangan yang diberikan kepada Reuters.

Baca Juga: Junta Myanmar Siap Buka Kembali Sektor Pariwisata Negaranya

ADVERTISEMENT

"Dengan dukungan itu, kita akan dapat mengakhiri revolusi lebih cepat, meminimalkan hilangnya orang dan harta benda mereka."

Sekutu Barat telah mempersenjatai pejuang di Ukraina untuk melawan invasi Rusia, yang disebut Moskwa sebagai "operasi khusus".

Myanmar berada dalam kekacauan sejak kudeta awal tahun lalu dan PBB mengatakan lebih dari 560.000 orang telah mengungsi akibat pertempuran.

NUG, aliansi kelompok anti-junta, mendeklarasikan "perang defensif rakyat" di pedesaan tahun lalu untuk menahan upaya militer untuk mengkonsolidasikan kekuasaan setelah tindakan keras mematikan selama berbulan-bulan terhadap protes pro-demokrasi. Junta telah menyatakan NUG sebagai "teroris".

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Myanmar Tetapkan Darurat Militer pada 60 Wilayah

Myanmar Tetapkan Darurat Militer pada 60 Wilayah

INTERNASIONAL
200 WNI Korban Penipuan Online Dipulangkan dari Myanmar

200 WNI Korban Penipuan Online Dipulangkan dari Myanmar

MULTIMEDIA
Myanmar Tetap Gelar Pemilu Putaran Kedua di Tengah Konflik Bersenjata

Myanmar Tetap Gelar Pemilu Putaran Kedua di Tengah Konflik Bersenjata

INTERNASIONAL
Minim Pemilih Muda, Pemilu Myanmar Didominasi Lansia

Minim Pemilih Muda, Pemilu Myanmar Didominasi Lansia

INTERNASIONAL
Myanmar Gelar Pemilu Pertama setelah Kudeta

Myanmar Gelar Pemilu Pertama setelah Kudeta

INTERNASIONAL
Bulu Tangkis SEA Games: Tekuk Myanmar 3-0, Indonesia ke Semifinal

Bulu Tangkis SEA Games: Tekuk Myanmar 3-0, Indonesia ke Semifinal

SPORT

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon