Lawan Junta, Pemerintah Bayangan Myanmar Minta Senjata
Rabu, 18 Mei 2022 | 16:36 WIB
Yangon, Beritasatu.com - Kepala pertahanan pemerintah bayangan Myanmar telah meminta bantuan internasional untuk memberi senjata ke pasukannya melawan junta militer yang berkuasa. Menurutnya, permintaan ini serupa dengan yang diberikan pihak Barat kepada Ukraina yang memerangi pasukan Rusia.
Orang-orang Ukraina dan milisi pro-demokrasi Myanmar semuanya berjuang untuk kebebasan dan memberikan hidup mereka, tetapi mereka yang melawan tentara Myanmar yang diperlengkapi dengan baik, sehingga membutuhkan lebih dari sekadar solidaritas internasional, kata Yee Mon, menteri pertahanan Pemerintah Persatuan Nasional (NUG).
"Sikap masyarakat internasional untuk Myanmar adalah dukungan moral dan kami berterima kasih untuk itu. Namun, kami akan jauh lebih menghargai jika kami mendapatkan dukungan fisik seperti senjata dan dana," katanya dalam sambutan tulisan tangan yang diberikan kepada Reuters.
Baca Juga: Junta Myanmar Siap Buka Kembali Sektor Pariwisata Negaranya
"Dengan dukungan itu, kita akan dapat mengakhiri revolusi lebih cepat, meminimalkan hilangnya orang dan harta benda mereka."
Sekutu Barat telah mempersenjatai pejuang di Ukraina untuk melawan invasi Rusia, yang disebut Moskwa sebagai "operasi khusus".
Myanmar berada dalam kekacauan sejak kudeta awal tahun lalu dan PBB mengatakan lebih dari 560.000 orang telah mengungsi akibat pertempuran.
NUG, aliansi kelompok anti-junta, mendeklarasikan "perang defensif rakyat" di pedesaan tahun lalu untuk menahan upaya militer untuk mengkonsolidasikan kekuasaan setelah tindakan keras mematikan selama berbulan-bulan terhadap protes pro-demokrasi. Junta telah menyatakan NUG sebagai "teroris".
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




