ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pemberontak Mali Serang Warga Sipil, 132 Orang Tewas

Selasa, 21 Juni 2022 | 08:53 WIB
UW
UW
Penulis: Unggul Wirawan | Editor: WIR
Pemberontak Macina Katiba dari Amadou Kouffa
Pemberontak Macina Katiba dari Amadou Kouffa", satu organisasi yang berafiliasi dengan al Qaeda di Mali menebar teror dan ketakutan. (AFP/Dokumentasi)

Bamako, Beritasatu.com- Pemberontak Mali menyerang warga sipil dan mengakibatkan 132 orang tewas. Seperti dilaporkan Al Jazeera, Senin (20/6/2022), kelompok bersenjata itu menyerang desa-desa di wilayah Mopti, Mali tengah. Pemerintah menyatakan beberapa pelaku telah diidentifikasi.

"Anggota kelompok bersenjata Katiba Macina menyerang setidaknya tiga desa di komune pedesaan Bankass, di wilayah Mopti tengah Mali, pada malam antara Sabtu dan Minggu," kata pemerintah.

Dikatakan, warga sipil dibunuh secara berdarah dingin oleh pejuang Macina Katiba dari Amadou Kouffa", satu organisasi yang berafiliasi dengan al Qaeda.

Pembunuhan itu terjadi di Diallassagou dan dua desa terdekat, Diaweli dan Dessagou, di Mali tengah, yang telah lama terperosok dalam ketidakamanan.

ADVERTISEMENT

Baca Juga: Mali Tuduh Prancis Latih Teroris

"Penyelidik berada di tempat hari ini untuk mencari tahu persis apa yang terjadi," kata Moulaye Guindo, wali kota Bankass kepada kantor berita The Associated Press.

Mali dan wilayah Sahel tengah selama berbulan-bulan menghadapi serangkaian pembantaian sipil yang dituduhkan dilakukan oleh kelompok-kelompok bersenjata.

Sejak 2012, Mali diguncang oleh ketidakamanan ketika kelompok-kelompok yang terkait dengan al Qaeda dan ISIL (ISIS) menyerang warga sipil, menjerumuskan negara itu ke dalam krisis.

Baca Juga: Tiga Desa Mali Diserang Teroris, 51 Tewas

Kekerasan yang dimulai di utara telah menyebar ke pusat dan ke negara tetangga Burkina Faso dan Niger.

Belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas serangan di Mali tengah. Selama beberapa minggu, pemberontak di Mali tengah telah memblokir jalan antara kota utara Gao dan Mopti di Mali tengah.

Misi penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) di Mali mengeluarkan pernyataan tentang serangan di Twitter yang mengatakan bahwa mereka prihatin dengan "serangan terhadap warga sipil di wilayah Bandiagara (wilayah Mali tengah) yang dilakukan oleh kelompok-kelompok ekstremis. Serangan-serangan ini dilaporkan telah menyebabkan korban dan perpindahan penduduk."



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon