Belarusia Dapat Pasokan Rudal Rusia Berkemampuan Nuklir
Minggu, 26 Juni 2022 | 19:37 WIB
Moskwa, Beritasatu.com- Rusia akan memasok Belarusia dengan rudal yang mampu membawa hulu ledak nuklir. Seperti dilaporkan Al Jazeera, Sabtu (25/6/2022), rudal itu dipasok setelah Presiden Belarusia Alexander Lukashenko mengeluh tentang penerbangan NATO bersenjata nuklir yang mendekati perbatasan Belarusia.
Presiden Vladimir Putin membuat pengumuman tersebut pada Sabtu (25/6) saat ia menerima Lukashenko di Moskwa.
"Dalam beberapa bulan mendatang, kami akan mentransfer sistem rudal taktis Iskander-M ke Belarusia, yang dapat menggunakan rudal balistik atau rudal jelajah, dalam versi konvensional dan nuklirnya," kata Putin dalam siaran di televisi Rusia pada awal pertemuannya dengan Lukashenko. di St. Petersburg.
Baca Juga: Ukraina Laporkan Serangan Besar dari Wilayah Belarusia
Pada pertemuan itu, Lukashenko menyatakan keprihatinannya tentang kebijakan "agresif", "konfrontatif", dan "menjijikkan" dari tetangga Belarusia, Lituania dan Polandia.
Lukashenko meminta Putin untuk membantu negaranya meningkatkan "respons simetris" terhadap apa yang dia katakan sebagai penerbangan bersenjata nuklir oleh aliansi NATO yang dipimpin AS di dekat perbatasan Belarusia.
Putin menawarkan untuk meningkatkan pesawat tempur Belarusia agar mampu membawa senjata nuklir di tengah meningkatnya ketegangan dengan Barat atas Ukraina.
Baca Juga: NATO Prediksi Perang di Ukraina Bisa Berlangsung Panjang
Bulan lalu, Lukashenko mengatakan negaranya telah membeli rudal berkemampuan nuklir Iskander dan sistem anti-rudal anti-pesawat S-400 dari Rusia.
"Banyak [pesawat] Su-25 beroperasi dengan militer Belarusia. Mereka dapat ditingkatkan dengan cara yang tepat," kata Putin.
"Modernisasi ini harus dilakukan di pabrik-pabrik pesawat di Rusia dan pelatihan personel harus dimulai sesuai dengan ini. Kami akan sepakat tentang bagaimana mencapai target ini," tambahnya.
Baca Juga: Serangan Rusia Bakal Meningkat, Zelensky: Ukraina Siap
Putin telah beberapa kali menyebut pada senjata nuklir sejak negaranya menginvasi Ukraina pada 24 Februari dalam apa yang dianggap Barat sebagai peringatan untuk tidak campur tangan.
Moskwa menuduh bahwa NATO berencana untuk mengakui Ukraina dan menggunakannya sebagai platform untuk mengancam Rusia.
Langkah Rusia tidak hanya memicu rentetan sanksi Barat, tetapi juga mendorong Swedia dan tetangga utara Rusia, Finlandia, untuk mendaftar bergabung dengan aliansi Barat.
Baca Juga: Serangan Rudal Rusia Hantam Odesa, 5 Tewas dan 18 Terluka
Dalam seminggu terakhir, Lithuania khususnya telah membuat marah Rusia dengan memblokir transit barang-barang yang dikenai sanksi Eropa yang melintasi wilayahnya dari Rusia, melalui Belarusia, ke eksklave Kaliningrad di Baltik Rusia.
Rusia menyebutnya sebagai "blokade" tetapi Lithuania mengatakan hal itu hanya memengaruhi satu persen dari transit barang normal di rute tersebut dan lalu lintas penumpang tidak terpengaruh.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




