ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Suriah Nyatakan Putus Hubungan Diplomatik dengan Ukraina

Jumat, 22 Juli 2022 | 06:47 WIB
UW
UW
Penulis: Unggul Wirawan | Editor: WIR
Presiden Suriah Bashar Assad dan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Presiden Suriah Bashar Assad dan Presiden Rusia Vladimir Putin. (TASS/Kantor Pers dan Informasi Kepresidenan Rusia/ Mikhail Klimentyev)

Damaskus, Beritasatu.com- Suriah yang merupakan sekutu dekat Rusia, memutuskan hubungan diplomatik dengan Ukraina. Seperti dilaporkan Al Jazeera, Rabu (20/7/2022), Kementerian Luar Negeri Suriah menyatakan pemutusan hubungan dengan Kyiv sesuai dengan prinsip timbal balik.

"Republik Arab Suriah telah memutuskan untuk memutuskan hubungan diplomatik dengan Ukraina sesuai dengan prinsip timbal balik," kata pernyataan kementerian luar negeri Suriah pada Rabu (20/7).

Akhir bulan lalu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan Kyiv akan memutuskan hubungan setelah Suriah mengakui republik Donetsk dan Luhansk. Kedua wilayah di Ukraina timur itu memisahkan diri dengan dukungan Rusia.

Baca Juga: Suriah Akui Kemerdekaan Donbass dan Lugansk dari Ukraina

ADVERTISEMENT

"Tidak akan ada lagi hubungan antara Ukraina dan Suriah," kata Zelensky di tengah invasi Rusia di Ukraina.

Kementerian Luar Negeri Suriah menyatakan Ukraina pertama kali memutuskan hubungan pada 2018 dengan menolak memvalidasi ulang tempat tinggal staf diplomatiknya di Kyiv. Kondisi itu membuat para diplomat mustahil untuk melaksanakan tugas-tugas.

Kementerian menambahkan bahwa kedutaan Suriah pada waktu itu menangguhkan tugasnya "sebagai akibat dari sikap bermusuhan pemerintah Ukraina."

Baca Juga: Ukraina Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Suriah

Pengumuman Rabu datang ketika Menteri Luar Negeri Suriah Faisal Mekdad bertemu dengan pejabat Iran di Teheran, sehari setelah pertemuan puncak antara para pemimpin Rusia, Iran dan Turki di ibu kota Iran.

Hanya dalam perjalanan kedua ke luar negeri sejak Rusia menginvasi Ukraina pada Februari, Presiden Rusia Putin membahas konflik di Suriah dengan Presiden Iran Ebrahim Raisi dan Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan.

Moskwa dan Damaskus tumbuh lebih dekat setelah Putin campur tangan dalam perang saudara Suriah untuk membantu keseimbangan kekuasaan yang mendukung Presiden Bashar al-Assad.

Baca Juga: Ukraina Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Rusia

Pada gilirannya, pemerintah Assad pada 2018 memihak Rusia untuk mengakui dua republik memisahkan diri yang disponsori Rusia, Abkhazia dan Ossetia Selatan, yang diakui secara internasional sebagai bagian dari Georgia.

Suriah juga telah mengakui kemerdekaan negara-negara yang memisahkan diri di wilayah Donetsk dan Luhansk Ukraina. Tindakan itu sama sekali lagi berbeda dengan komunitas internasional.

Pada bulan April, para analis mengatakan kepada Al Jazeera bahwa Rusia berusaha menarik milisi Suriah ke Ukraina untuk bergabung dengan pasukannya.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Bertemu Ahmad al-Sharaa, Putin Bahas Pangkalan Militer Rusia di Suriah

Bertemu Ahmad al-Sharaa, Putin Bahas Pangkalan Militer Rusia di Suriah

INTERNASIONAL
Bom Meledak di Masjid Imam Ali di Suriah Saat Salat Jumat, 6 Tewas

Bom Meledak di Masjid Imam Ali di Suriah Saat Salat Jumat, 6 Tewas

INTERNASIONAL
Tak Lagi Dipimpin Diktaktor, Suriah Keluarkan Mata Uang Baru

Tak Lagi Dipimpin Diktaktor, Suriah Keluarkan Mata Uang Baru

EKONOMI
Kanada Hapus Suriah dari Daftar Negara Pendukung Terorisme

Kanada Hapus Suriah dari Daftar Negara Pendukung Terorisme

INTERNASIONAL
Suriah Akhirnya Buka Lagi Kedutaan Besar di Inggris setelah 1 Dekade

Suriah Akhirnya Buka Lagi Kedutaan Besar di Inggris setelah 1 Dekade

INTERNASIONAL
Momen Bersejarah, Trump Akan Bertemu Presiden Suriah di Gedung Putih

Momen Bersejarah, Trump Akan Bertemu Presiden Suriah di Gedung Putih

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon