ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Sungai Yangtze Kering, Tiongkok Kekurangan Tenaga Air

Senin, 22 Agustus 2022 | 15:52 WIB
UW
UW
Penulis: Unggul Wirawan | Editor: WIR
Bagian dasar sungai yang kering di sepanjang Sungai Yangtze di Chongqing barat daya, Tiongkok pada Selasa 16 Agustus 2022.
Bagian dasar sungai yang kering di sepanjang Sungai Yangtze di Chongqing barat daya, Tiongkok pada Selasa 16 Agustus 2022. (AFP/Dokumentasi)

Beijing, Beritasatu.com- Sungai Yangtze yang mongering membuat Tiongkok kekurangan tenaga air. Seperti dilaporkan The Guardian, Senin (22/8/2022), peringatan kekeringan nasional telah dikeluarkan pada Jumat (19/8), karena gelombang panas yang berkepanjangan dan parah.

Kekeringan yang memecahkan rekor telah menyebabkan beberapa sungai di Tiongkok, termasuk bagian dari Yangtze yang mengering, memengaruhi tenaga air, menghentikan pengiriman, dan memaksa perusahaan-perusahaan besar untuk menangguhkan operasi.

Kekeringan di barat daya Tiongkok yang berpenduduk padat diperkirakan akan berlanjut hingga September. Hilangnya aliran air ke sistem pembangkit listrik tenaga air Tiongkok yang luas telah memicu "situasi serius" di Sichuan. Kota Sichuan mendapatkan lebih dari 80% energinya dari pembangkit listrik tenaga air.

Pekan lalu provinsi itu menghentikan atau membatasi pasokan listrik ke ribuan pabrik dan menjatah penggunaan listrik publik karena kekurangan tersebut. Toyota, Foxconn dan Tesla termasuk di antara perusahaan yang dilaporkan telah menghentikan sementara operasi di beberapa pabrik selama dua minggu terakhir. Pada Minggu (21/8), South China Morning Post melaporkan rencana untuk memulai kembali produksi minggu ini telah ditunda.

ADVERTISEMENT

Baca Juga: Suhu Panas di Tiongkok Dorong Kenaikan Harga Telur

Yangtze adalah sungai terbesar ketiga di dunia, menyediakan air minum untuk lebih dari 400 juta orang Tiongkok, dan merupakan jalur air paling vital bagi perekonomian Tiongkok. Sungai Yangtze juga penting untuk rantai pasokan global, tetapi musim panas ini telah mencapai level air terendah, dengan seluruh bagian dan lusinan anak sungai mengering.

Aliran air di batang utama Sungai Yangtze lebih dari 50% di bawah rata-rata lima tahun terakhir. SCMP melaporkan rute pengiriman di bagian tengah dan bawah sungai juga telah ditutup.

Di seluruh wilayah yang terkena dampak, otoritas Tiongkok bergegas untuk memastikan pasokan air dan listrik, karena wilayah tersebut mendekati musim panen untuk tanaman intensif air seperti beras dan kedelai. Pada Minggu, pihak berwenang mengelontorkan 980m kubik air dari waduk dalam upaya untuk mengisi tingkat yang lebih rendah dari sungai, kata media pemerintah.

Baca Juga: Kekeringan, Inggris Siap Lakukan Pembatasan Air

Kekeringan telah memengaruhi sedikitnya 2,46 juta orang dan 2,2 juta hektar lahan pertanian di Sichuan, Hebei, Hunan, Jiangxi, Anhui dan Chongqing. Lebih dari 780.000 orang membutuhkan dukungan langsung pemerintah karena kekeringan, menurut kementerian manajemen darurat Tiongkok. Air minum telah diangkut dengan truk ke daerah-daerah di mana persediaan perumahan telah benar-benar kering.

"Temperatur tinggi pada Juli saja menyebabkan kerugian ekonomi langsung sebesar 2,73 miliar yuan (US$ 400 juta atau Rp 5,9 triliun), memengaruhi 5,5 juta orang," kata kementerian darurat pekan lalu.

Di kota Chongqing, permukaan air turun untuk mengungkapkan patung Buddha yang sebelumnya tenggelam yang diperkirakan berusia sekitar 600 tahun.

"Curah hujan di Chongqing tahun ini turun 60 persen dibandingkan dengan norma musiman, dan tanah di beberapa distrik sangat kekurangan kelembaban," lapor CCTV, mengutip data pemerintah setempat.

Baca Juga: Italia Umumkan Status Darurat Kekeringan di Wilayah Utara

Distrik Beibei, utara pusat kota Chongqing, mengalami suhu mencapai 45 derajat Celsius pada Kamis, menurut biro cuaca Tiongkok.

Chongqing menyumbang enam dari 10 lokasi terpanas di negara itu pada Jumat pagi, dengan suhu di distrik Bishan sudah mendekati 39 derajat Celsius. Shanghai sudah mencapai 37 derajat Celsius.

Infrastruktur dan layanan darurat wilayah Chongqing berada di bawah tekanan yang meningkat, dengan petugas pemadam kebakaran dalam siaga tinggi saat kebakaran gunung dan hutan meletus di seluruh wilayah tersebut. Media pemerintah juga melaporkan peningkatan kasus serangan panas.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Jetour G700 Bikin Sejarah, SUV Pertama Menyeberangi Sungai Yangtze

Jetour G700 Bikin Sejarah, SUV Pertama Menyeberangi Sungai Yangtze

OTOTEKNO
Bak Kapal, Mobil Hybrid Chery Sukses Seberangi Sungai Terbesar China

Bak Kapal, Mobil Hybrid Chery Sukses Seberangi Sungai Terbesar China

OTOTEKNO

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon