ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kemenkes Datangkan Obat Gangguan Ginjal Akut dari Singapura

Jumat, 21 Oktober 2022 | 13:25 WIB
HS
SL
Penulis: Hendro Dahlan Situmorang | Editor: LES
Budi Gunadi Sadikin.
Budi Gunadi Sadikin. (Antara)

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Kesehatan atau Kemenkes mendatangkan obat penawar (antidotum) dalam jumlah cukup banyak dari Singapura untuk gangguan ginjal akut progresif atipikal yang terjadi di Indonesia.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyatakan, pemerintah sudah menemukan obat untuk mengobati pasien gangguan ginjal akut. Pihak Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) sebagai tim ahli ginjal nasional sudah mendatangkan obatnya dari Singapura.

"Obatnya sudah tiba dan sudah kita coba kepada enam pasien dan empat positif responsif. Jadi obat ini begitu kita lihat responnya positif," kata Menkes Budi saat webinar FMB9 yang bertema "Capaian Kinerja Pemerintah Tahun 2022", Jumat (21/10/2022).

Menurutnya, pemerintah akan segera mendatangkan dalam jumlah cukup banyak untuk bisa disebarkan ke seluruh rumah sakit di tanah air, karena hal ini kejadiannya sudah teridentifikasi di 20 provinsi Indonesia dengan total lebih dari 206 kasus.

ADVERTISEMENT

"Untuk obat-obatan sudah teridentifikasi dan sudah kita tes dalam sampel tertentu aman dan relatif menyembuhkan. Sekarang kita datangkan dalam cukup besar, sehingga diharapkan dapat memberikan perlindungan bagi balita-balita kita kalau misal terkena racun ini," ungkap Menkes Budi.

Direktur Utama RSCM, dr Lies Dina Liastuti mengatakan pemberian antidotum tersebut berdasarkan kajian dari sejumlah ahli, termasuk ahli dari Australia dan Inggris yang ikut menangani kasus kematian anak di Gambia.

"Ternyata ada zat yg terkandung dalam obat tertentu yang bisa mengikat racun dalam tubuh seseorang. Kita cari obatnya, ternyata salah satunya yang menjual adalah Singapura," kata dr Lies.

Selain itu, pemesanan antidotum itu dilakukan setelah mempelajari literatur yang menyatakan terdapat zat yang mampu mengikat racun dalam tubuh orang termasuk dalam pasien gangguan gagal ginjal akut.

Ia menyebut obat tersebut telah datang dalam jumlah 10 vial pada Selasa (18/10/2022) lalu. RSCM telah menghabiskan dua vial setiap hari untuk 10 pasien yang dirawat.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Kasus Hantavirus Kapal Pesiar Tak Ditemukan di Indonesia

Kasus Hantavirus Kapal Pesiar Tak Ditemukan di Indonesia

NASIONAL
Kemenkes Siapkan Sanksi Terkait Kasus Kematian Dokter Internship

Kemenkes Siapkan Sanksi Terkait Kasus Kematian Dokter Internship

NASIONAL
Kemenkes Evaluasi Total Program Dokter Internship

Kemenkes Evaluasi Total Program Dokter Internship

NASIONAL
Kemenkes Siap Umumkan Hasil Investigasi Kematian Dokter Magang Myta

Kemenkes Siap Umumkan Hasil Investigasi Kematian Dokter Magang Myta

BANTEN
Perkuat Kesehatan Ibu dan Anak, Kemenkes Resmikan Konsorsium 1.000 HPK

Perkuat Kesehatan Ibu dan Anak, Kemenkes Resmikan Konsorsium 1.000 HPK

NASIONAL
Kemenkes: 2,8 Juta Anak Indonesia Belum Imunisasi Lengkap

Kemenkes: 2,8 Juta Anak Indonesia Belum Imunisasi Lengkap

LIFESTYLE

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon