Terpidana Kasus Pembunuhan Vina di Cirebon Gagal Menikah dan Rumah Keluarganya Dijual
Selasa, 11 Juni 2024 | 16:29 WIB
Cirebon, Beritasatu.com - Keluarga Hadi Saputra menceritakan dampak kasus pembunuhan Vina dan Eky di Cirebon pada 2016. Hadi gagal menikah setelah kasus tersebut dan keluarganya terpaksa menjual dua rumah. Hadi merupakan terpidana kasus tersebut dan kini masih mendekam di penjara.
Menurut adik Hadi, Wulan Nurkasanah, setelah penangkapan dan dilimpahkannya kasus tersebut ke Polda Jawa Barat, pihak keluarga menjual rumah untuk ongkos ke Polda Jawa Barat.
"Iya (sempat jual rumah) karena dahulu kan dari polres sempat dibawa ke polda. Jadi untuk ongkos bolak balik sih," terang Wulan, Selasa (11/6/2024).
Tak tanggung-tanggung, keluarga Hadi menjual dua rumah sekaligus untuk biaya ongkos ke Polda Jawa Barat. "Yang dijual itu kan rumah depan punya nenek, sama yang di belakangnya rumah punya ibu saya. Dua-duanya itu dijual, uangnya untuk bolak balik ongkos," paparnya.
Ironisnya, Wulan menceritakan, pada September 2016, Hadi akan menikah. Bahkan, keluarga Hadi sudah mempersiapkan pernikahan itu.
"Hadi mau nikah pas penangkapan itu, kurang lebih dua mingguan lagi, sudah persiapan semua, kayak undangan sudah disiapin semua, segala keperluan sudah disiapin semuanya, bulan September rencana nikahnya. Nah calonnya Hadi yang kemarin mau nikah, jadi sudah nikah sama orang lain," imbuhnya.
Pihak keluarga meyakini, Hadi tidak terlibat dalam kasus pembunuhan Vina, karena saat kejadian Hadi tengah berada dan menginap di salah satu rumah ketua RT di Desa Karyamulya, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, Jawa Barat.
Menurut Wulan Nurkasanah, saat peristiwa pembunuhan itu, Hadi bersama temannya tengah berada di rumah ketua RT.
"Kalau (kejadian) 2016 mah, posisi saya lagi bekerja di rumah makan. (Waktu itu) Saya kan sift sore, jadi saya tidak ada di rumah. Namun (waktu itu), pas pulang kerja saya diantar sama teman satu tempat kerja. Pas antar saya, kebetulan lewatnya dari gang rumah pak RT. Dia bilang, anak-anak (termasuk kakak saya Hadi) tuh ada di situ pas malam Minggu," ungkapnya.
Saat melintas di depan rumah ketua RT, Wulan sempat bertemu dengan Supriyanto, salah satu terpidana kasus pembunuhan Vina.
"Terus ada Supriyanto (terpidana), yang belum tidur. Berhenti sebentar terus dia langsung pulang. Pas malam Minggu (Hadi) ada di rumah pak RT, sampai pagi," ucapnya.
Selang beberapa hari, Wulan mengatakan, ia mendapatkan kabar terkait penangkapan terhadap Hadi. "Nah setelah beberapa hari itu, kaget (ada penangkapan kakak saya), posisinya saya juga lagi kerja sih (waktu itu), saya juga baru kerja jadi tidak pulang, cuma lewat HP dikabarinya," katanya.
Wulan tak menyangka, Hadi dilibatkan dalam kasus pembunuhan Vina dan Eky, padahal ia yakin Hadi tidak pernah menjadi anggota geng motor.
"Terpukullah dengan kabar Hadi ditangkap, padahal saya tahu Hadi bukan geng motor, cuma suka nongkrong di rumah pak RT saja," ujarnya.
Wulan menjelaskan, Hadi merupakan orang yang baik dan menjadi tulang punggung keluarganya. "Kerjanya kuli bangunan, dia tulang punggung keluarga. Hadi buat saya mah baik, karena saya kan adiknya yang selalu dijagain," jelasnya.
Setelah kasus pembunuhan Vina kembali viral, Wulan berharap, Hadi bisa segera dibebaskan karena ia yakin Hadi merupakan korban salah tangkap. "Harapannya, kan orang tidak salah ya, minta segera dibebaskan," harapnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




