Penasihat Hukum 6 Terpidana Pembunuhan Vina Nilai Banyak "Tukang Sulap" dalam Pengungkapan Kasus
Kamis, 12 September 2024 | 14:35 WIB
Cirebon, Beritasatu.com - Penasihat hukum enam terpidana kasus pembunuhan Vina dan Eky menyebut pengungkapan kasus pembunuhan yang terjadi pada 2016 silam itu diwarnai banyak kejanggalan. Salah satu kejanggalan adalah mengenai terpidana bernama Rivaldi.
Sebelum peristiwa pembunuhan terhadap Vina terjadi, Rivaldi diketahui sedang ditahan di Polsek Cirebon Utara Barat karena kasus perusakan warung akibat berkelahi dengan pacarnya. Namun, setelah menjalani masa tahanan, Rivaldi tiba-tiba disebut terlibat dalam kasus pembunuhan Vina dan Eky.
BACA JUGA
Lanjutan Sidang PK Terpidana Vina, Saksi Pramudya Ungkap Ancaman Saat Bersaksi di Polsek Talun
"Pada 1 September 2016, Rudiana menjemput Rivaldi dan mengaitkan barang bukti yang sebelumnya digunakan untuk mengancam warga sebagai barang bukti dalam kasus pembunuhan," ungkap Jute Bongso, salah satu penasihat hukum enam terpidana kasus pembunuhan Vina dan Eky di sela sidang peninjauan kembali (PK) terhadap enam terpidana kasus pembunuhan Vina dan Eky yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Cirebon pada Kamis (12/9/2024).
Jute Bongso juga menyoroti kejanggalan terkait barang bukti dalam kasus ini. Dalam berita acara pemeriksaan (BAP), disebutkan Vina dan Eky tewas akibat tusukan samurai. Namun, tiba-tiba barang bukti berubah menjadi mandau (golok).
"Padahal, dalam kasus ini yang digunakan adalah samurai panjang dan pendek. Kini yang dihadirkan malah mandau, dan hanya satu. Saya tidak tahu siapa yang melakukan perubahan ini," katanya.
Lebih lanjut, Jute Bongso mengungkapkan bahwa kasus ini penuh dengan rekayasa yang diduga dilakukan oleh oknum petugas kepolisian.
"Kasus ini mirip dengan pertunjukan sulap, banyak 'tukang sulap' selama pengungkapan kasus. Seperti kasus pemerkosaan yang diklaim terjadi di tanah kosong setelah hujan lebat, tetapi tidak ada jejak tanah sama sekali. Bahkan, pakaian korban tampaknya dipakai lagi setelah diperkosa. Ini semua sangat mencurigakan," jelasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




