Dampak Tumpahan Cairan Kimia di Padalarang: Motor Mati Total hingga Mata Perih dan Muka Panas
Minggu, 29 Desember 2024 | 13:34 WIB
Bandung Barat, Beritasatu.com - Ilham Aidillah (32), warga Kampung Parakan, Desa Bojong Koneng, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, terpaksa menumpang kendaraan teman untuk berangkat dan pulang kerja setelah motornya rusak parah akibat tumpahan cairan kimia di Padalarang pada Selasa (24/12/2024). Diketahui, dampak cairan kimia tumpah di Padalarang itu menyebabkan motornya mati total, mata perih, dan muka panas.
Ilham, salah satu dari ratusan korban terdampak cairan kimia yang menyebabkan kendaraannya mati total, datang ke kantor Unit Gakkum Satlantas Polres Cimahi di Jalan Cikamuning untuk mengambil motornya yang masih rusak.
BACA JUGA
Polisi Terjunkan Puslabfor Bareskrim Investigasi Insiden Bocornya Tangki Cairan Kimia di Padalarang
"Bikin laporan di unit laka untuk pengambilan unit, karena sudah lama di sini dan mau diperbaiki dahulu," kata Ilham saat ditemui di kantor Unit Gakkum Satlantas Polres Cimahi, Minggu (29/12/2024).
Kerusakan yang terjadi pada motornya akibat cairan kimia tersebut meliputi mesin, bodi, dan beberapa bagian lainnya. Selama motornya rusak, Ilham terpaksa menggunakan angkutan umum dan menumpang kendaraan teman.
"Selama ini saya coba naik angkot, tetapi biayanya lumayan. Sekarang nebeng teman yang kebetulan searah," tuturnya.
Selain kerusakan motor, Ilham juga merasakan dampak fisik dari insiden tersebut, seperti rasa panas dan gatal pada muka dan kaki. "Mata pedih, muka juga masih ada bekas gatalnya, kaki ada sedikit, sih," ujarnya.
Mengenai tanggung jawab perusahaan terhadap para korban, Ilham menyebutkan bahwa hal itu akan dilakukan pada 2 Januari 2025. Ia juga berencana membawa motornya ke bengkel resmi di Bandung.
"Bengkel biasa enggak sanggup. Kemarin sudah coba bawa ke dua bengkel, tetapi tetap enggak sanggup," ungkapnya.
Ilham dan korban lainnya berharap motornya bisa diperbaiki, karena kendaraan tersebut menjadi satu-satunya alat transportasi untuk bekerja. "Pengen dibetulkan saja, soalnya ini satu-satunya kendaraan saya untuk kerja," ujarnya.
Saat kejadian, Ilham baru saja mengantarkan istrinya ke Cikalong Wetan. Namun, di perjalanan pulang ke Padalarang, ia merasa mata dan mukanya perih dan panas, sehingga terpaksa menepi dan membersihkannya dengan air mineral.
"Awalnya saya tidak curiga, mata dan muka panas, ternyata akibat cairan kimia itu. Motor saya beberapa kali mogok, nyala mati. Pas sampai di Cikamuning, ada warga yang memberi tahu kendaraan saya berasap, dan itu akibat tumpahan cairan kimia. Saya dan beberapa pengendara lainnya langsung datang ke kantor unit laka Cikamuning untuk melaporkan insiden itu," pungkasnya.
Sebelumnya, Kanit Gakkum Satlantas Polres Cimahi, Ipda Bayu Subakti, menjelaskan bahwa berdasarkan data sementara, korban yang terdampak cairan kimia sudah lebih dari 500 orang.
"Kami terus melakukan pendataan dan pendalaman berdasarkan laporan masyarakat. Namun, yang sudah tervalidasi sekitar 21 kendaraan yang rusak berat dan tidak bisa jalan, itu ada di Cikamuning," kata Bayu saat ditemui di Mapolres Cimahi, Jumat (28/12/2024) dalam menanggapi tumpahan cairan kimia di Padalarang.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




