ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Dokter Kandungan di Garut Diduga Lecehkan Pasien saat USG

Selasa, 15 April 2025 | 12:32 WIB
HA
HH
Penulis: Herlan Kanduruan Adiwisastra | Editor: HP
Kepala Dinas Kesehatan Garut, Leli Yuliana
Kepala Dinas Kesehatan Garut, Leli Yuliana (Beritasatu.com/Herlan Adiwisastra)

Garut, Beritasatu.com – Warganet dihebohkan dengan video CCTV yang memperlihatkan dugaan pelecehan seksual oleh dokter kandungan di Garut, Jawa Barat. Aksi tak senonoh itu terjadi saat pemeriksaan ultrasonografi (USG) terhadap seorang pasien wanita di sebuah klinik swasta.

Dalam video yang beredar luas di media sosial, terlihat seorang dokter kandungan tengah melakukan pemeriksaan USG. Namun, pada momen tertentu, dokter yang belakangan diketahui berinisial SF itu diduga melakukan pelecehan hingga sang pasien menunjukkan reaksi tidak nyaman.

Hingga saat ini, belum dapat dipastikan kapan tepatnya kejadian tersebut berlangsung.

ADVERTISEMENT

“Perkiraan kami terjadi tahun lalu, sekitar 2024. Yang pasti bukan di rumah sakit pemerintah,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Garut, Leli Yuliana, Selasa (15/4/2025).

Bekerja di Klinik Swasta, Pernah Bertugas di RS Daerah

Dinkes Garut mengungkap bahwa dokter kandungan berinisial SF itu sebelumnya pernah bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Garut dan sempat bertugas di Rumah Sakit Malangbong. Namun, dugaan pelecehan seksual oleh dokter kandungan itu dipastikan tidak terjadi di rumah sakit milik pemerintah.

"Kami masih melakukan penelusuran dan pemeriksaan menyeluruh terhadap dokumen dan rekam jejak yang bersangkutan,” tambah Leli.

Penyelidikan Masih Berlangsung

Sementara itu, pihak Polres Garut belum memberikan keterangan resmi terkait proses hukum yang sedang berjalan. Polisi disebut tengah mengumpulkan bukti-bukti, termasuk lokasi pasti dan kronologi kejadian berdasarkan video yang beredar.

Kasus ini dugaan pelecehan seksual oleh oknum dokter kandungan di Garut ini menuai sorotan luas dari publik, khususnya soal keamanan pasien perempuan saat menjalani pemeriksaan medis. Banyak pihak mendesak agar oknum pelaku ditindak tegas jika terbukti bersalah.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon